Sekalipun Berasal dari PKB, Cak Imin Minta Pelaku Penganiayaan Dini Sera Afrianti Dihukum

PUBLIKSATU, JAKARTA- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin turut memberikan perhatian atas kasus penganiayaan yang berujung tewasnya Dini Sera Afrianti (Andini).
Terduga pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap Andini (29) adalah putra kandung anggota DPR RI Fraksi PKB, Edward Tannur SH, yang tidak lain merupakan kader Cak Imin.
Seperti dikutip JawaPos.com dari akun resmi Twitter/X @cakiminNOW, Cak Imin turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya perempuan bernama Dini Sera Afrianti yang diduga dianiaya pacarnya berinisial GRT, anak kandung dari kader PKB.
Baca Juga: Lagu Pan Pan Pan yang Viral di Medsos dan TV Dinilai Melanggar Aturan
"Saya dan seluruh keluarga besar PKB berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dini Sera Afrianti (Andini). Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah selalu," tulis Cak Imin.
Cak Imin meminta agar pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya.
"Saya bersepakat pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal," ujarnya.
Ketua Umum PKB yang juga Bakal Calon Wakil Presiden dari Koalisi Perubahan ini menegaskan bahwa dirinya dan PKB berada di pihak korban.
Baca Juga: Hasil Survei Terendah, Anies Yakin Masih Banyak Belum Tentukan Pilihan
"Saya dan PKB pasti berdiri di pihak korban," tegasnya.
Sosok yang sempat menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia pada era pemerintahan SBY ini menilai tindakan kekerasan terlebih lagi terhadap perempuan adalah sesuatu yang tidak dapat dibenarkan.
"Tidak ada tindakan kekerasan apalagi pembunuhan yg bisa dibenarkan, terlebih lagi kepada perempuan," tandasnya.