Berita Terkini
Nasional

Ganjar Pranowo Sebut Pendidikan kunci Dalam Pemberantasan Kemiskinan

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Kamis, 12 Oktober 2023 19:17 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Ganjar Pranowo Sebut Pendidikan kunci Dalam Pemberantasan Kemiskinan
Ganjar Pranowo memperhatikan nasib dan masa depan atlet. (Dok.Istimewa)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Ganjar Pranowo selaku calon presiden 2024, menyatakan pendidikan merupakan kunci dalam pemberantasan kemiskinan di Indonesia

"Penting untuk mencanangkan program satu keluarga miskin satu sarjana," kata Ganjar Pranowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/10/23).

Hal tersebut disampaikan Ganjar di depan ribuan mahasiswa ketika sedang memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Kristen Maranatha Bandung, Jawa Barat.

"Saya orang yang meyakini bahwa untuk menyelesaikan problem kemiskinan, yang terbaik adalah dengan pendidikan. Karena saya sendiri contohnya," ucap Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Hunian, Agung Podomoro Gelar Festival Investasi Properti

Dirinya menceritakan tentang dirinya yang berasal dari keluarga sangat sederhana hingga dapat berhasil seperti saat ini karena pendidikan.

Ganjar Pranowo mengungkapkan jika dahulu tidak bersekolah, maka mungkin nasibnya tidak seperti saat ini.

"Di situ peran negara hadir. Bagaimana agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses pendidikan dengan baik," lanjutnya.

Tidak hanya itu, Ganjar memiliki pengalaman dalam memutus kemiskinan dengan pendidikan. Saat memimpin Jawa Tengah, Ganjar membuat sekolah "boarding" gratis untuk warga miskin bernama SMK Negeri Jateng.

"Semuanya gratis, tidur gratis, makan, sepatu, seragam, tas semuanya kami biayai. Dan yang bisa masuk ke sekolah itu syaratnya dari keluarga miskin," kata Ganjar.

Ia mengklaim program yang dibangun tersebut terbukti mempunyai daya pengaruh yang luar biasa.

Baca Juga: Ciptakan Wirausaha Baru, 2023 Kemenaker Targetkan 11.000 Tenaga Kerja Sukarela

Anak-anak miskin yang terancam tidak bisa sekolah akhirnya dapat mengenyam pendidikan. Hebatnya, sekitar 100 persen lulusan dari sekolah yang dibuatnya tidak ada yang menganggur.

"Mereka bekerja di perusahaan besar, ada yang di Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan lainnya. Mereka menjadi tulang punggung keluarga. Saya terharu ketika mereka mengatakan bisa melunasi hutang keluarga, membeli rumah, tanah, dan lainnya. Mereka bisa mengangkat keluarga dari jurang kemiskinan," ucapnya.

Bagikan