Berita Terkini
Nasional

Dua Negara Tetangga ini jadi Pemasok Utama Beras Indonesia Gantikan India

Oleh Haeruddin · Selasa, 17 Oktober 2023 00:38 WIB · 2 menit baca
Dua Negara Tetangga ini jadi Pemasok Utama Beras Indonesia Gantikan India
Pekerja melakukan proses pembongkaran kapal beras impor yang baru sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (12/10/2023). (DOK: JAWA POS)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut Vietnam dan Thailand menjadi pemasok utama beras Indonesia setelah India memberlakukan restriksi ekspor beras sejak 20 Juli 2022.

"Tentu impor kita beralih ke negara lain, sehingga proporsi impor beras Indonesia terbesar berasal dari Vietnam dan Thailand," katanya dalam jumpa pers Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (16/10).

Baca Juga: Mimpi Indonesia Menjadi Penentu Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah Segera Terwujud

Lebih lanjut, dia menjelaskan proporsi beras asal India pada September 2023 hanya sebesar 0,39 persen dari total impor beras. Sementara itu, impor beras dari Vietnam sebesar 74,06 persen, beras asal Thailand sebesar 24,35 persen, dan negara lainnya 1,2 persen.

Selain India, terang Amalia, Bangladesh dan Rusia juga menerapkan restriksi ekspor beras. Namun dua negara tersebut bukan negara asal impor beras utama, sehingga tidak memberikan dampak bagi Indonesia.

"Kebetulan Bangladesh dan Rusia bukan negara asal impor beras utama Indonesia, sehingga restriksi itu tidak berdampak langsung terhadap kinerja atau proporsi impor beras Indonesia," ungkapnya.

Tidak hanya beras, Amalia menerangkan India juga menutup ekspor komoditas gula sejak 1 Juni 2022. Oleh karena itu, kini pasokan gula Indonesia diperoleh dari Thailand sebesar 58,76 persen​​​​ dan Brasil sebesar 39,41 persen.

"Dari total impor gula Indonesia, proporsi paling besar impor gula berasal dari Thailand dan Brasil," ucapnya.

Amalia juga menjelaskan Libanon dan Pakistan juga menerapkan kebijakan larangan ekspor gula. Namun, restriksi dari dua negara tersebut tidak memengaruhi impor gula Indonesia.

"Indonesia tidak melakukan impor gula dari Libanon dan Pakistan, sehingga kebijakan larangan ekspor itu tidak berdampak langsung terhadap impor gula Indonesia," ucapnya. (jpg)