Berita Terkini
Nasional

Usai Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Jalani Pemeriksaan Kesehatan, RSPAD Langsung Gelar Sidang Pleno

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Minggu, 22 Oktober 2023 01:47 WIB · 2 menit baca
Usai Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Jalani Pemeriksaan Kesehatan, RSPAD Langsung Gelar Sidang Pleno
Kepala RSPAD Gatot Soebroto Budi Sulistya bersama Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar./ Abdul Rahman

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pasangan calon presiden Anies Baswedan dan calon wakil presiden Muhaimin Iskandar selesai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada hari ini. Pemeriksaan kesehatan AMIN ini tuntas satu jam lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan.

Kepala RSPAD Gatot Soebroto Budi Sulistya mengatakan, setelah Anies Baswedan- Muhaimin Iskandar selesai menjalani pemeriksaan kesehatan, hari ini juga akan digelar sidang pleno.

"Sesuai mandat dari KPU, kami akan melakukan sidang pleno hari ini juga," kata Budi Sulistya dalam jumpa pers di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Sabtu (21/10).

Baca Juga: Gibran Sebut Sudah Komunikasi Dengan Puan Maharani Soal Cawapres Dampingi Prabowo

Menurutnya, sekalipun hasilnya telah keluar, tidak langsung diserahkan ke KPU. RSPAD akan menunggu semua kandidat capres- cawapres selesai menjalani pemeriksaan dan menunggu hasilnya keluar semuanya.

"Untuk hasil, tetap akan kami serahkan setelah seluruh paslon selesai. Kita akan serahkan hasilnya ke KPU secara bersamaan," katanya lebih lanjut.

Pemeriksaan kesehatan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar serta pasangan calon lainnya mengikuti aturan terkait tes kesehatan capres-cawapres yang tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

Baca Juga: Soal Pengusulan Gibran Jadi Cawapres, Prabowo Katakan Usia Bukan Masalah

Budi Sulistya mengatakan, inti dari pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan calon presiden dan calon wakil presiden sehat secara jasmani dan rohani, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Tim yang terlibat menangani pemeriksaan kesehatan capres- cawapres semuanya berjumlah sekitar 50 orang terdiri dari dokter, tenaga medis dan tim yang terlibat dalam kepanitiaan.