Berita Terkini
Nasional

Hingga September, Perbankan Syariah Mencatat Kinerja Apik

Oleh Haeruddin · Rabu, 1 November 2023 15:37 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Hingga September, Perbankan Syariah Mencatat Kinerja Apik
Kinerja perbankan syariah positif pada kuartal III 2023. ( (Dok: Jawapos.com))

PUBLIKSATU, - Perbankan syariah mencatatkan kinerja apik pada kuartal III 2023. Market share tumbuh 7,3 persen dari total industri perbankan nasional. Begitu pula dari sisi aset bank syariah mencapai Rp 749,3 triliun.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini PT Bank Syariah Indonesia (Tbk) meraup laba bersih Rp 4,2 triliun. Jumlah tersebut melesat 31,04 persen secara tahunan. Didorong pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) yang naik 12,44 persen year-on-year (YoY).

Baca Juga: Aset Bank Mandiri Tembus Rp 2.007 Triliun

Rasio profitabilitas BSI juga meningkat. Tecermin dari tingkat pengembalian aset alias return on asset yang meningkat dari 2,08 persen menjadi 2,3 persen.

"Hal ini menggambarkan bahwa BSI bukan hanya tumbuh dari segi aset, tapi kemampuan mengelolanya juga meningkat. Saat ini bukan periode mudah bagi perbankan. Era suku bunga tinggi membuat kompetisi ketat di industri perbankan. Tapi kita bersyukur BSI bisa tumbuh sustain, kita harapkan bisa lanjut di kuartal IV," ucap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam paparan kinerja kemarin (31/10).

Hingga September 2023, pembiayaan BSI tumbuh double digit sebesar 15,94 persen senilai Rp 232 triliun. Pembiayaan itu didominasi oleh segmen konsumer sebesar Rp 117,92 triliun, korporasi senilai Rp 54,39 triliun, mikro sebanyak Rp 21,45 triliun, small medium enterprise (SME) Rp 18,62 triliun, dan komersial Rp 11,86 triliun.

Untuk penyaluran pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp 53,6 triliun. Yang didominasi sektor UMKM sebesar Rp 43,4 triliun. Kemudian disusul pertanian dan eco-effisien produk yang masing-masing sebesar Rp 4,9 triliun dan Rp 3,3 triliun. Lalu sektor energi terbarukan Rp 1,4 triliun dan proyek eco-green Rp 600 miliar.

"Salah satu penopang dari pertumbuhan laba yang pesat yakni pertumbuhan volume pembiayaan yang mampu mendorong pendapatan margin bagi hasil tumbuh 15,74 persen YoY," imbuhnya.

Baca Juga: BRI Apresiasi Nasabah yang Perbaharui Data dengan Hadiah Menarik

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 6,91 persen YoY menjadi Rp 262 triliun. Didominasi tabungan sebanyak 43,89 persen senilai Rp 115 triliun dan giro Rp 42 triliun. BSI terus mendorong pertumbuhan dana murah, terutama tabungan bisnis dengan pertumbuhan 134,41 persen.

BSI menjalankan sejumlah strategi di antaranya fokus pada pembiayaan yang sehat dan orientasi jangka panjang. Lalu akselerasi business process dan disiplin dalam monitoring kualitas pembiayaan.

"Hingga saat ini, market share pembiayaan BSI tumbuh 3,26 persen dibandingkan Q3 tahun lalu. Hal ini merupakan sinyal positif seiring dengan peningkatan market share industri perbankan syariah di Indonesia yang mengalami peningkatan sebesar 7 persen," kata Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho.

Sementara itu, CIMB Niaga Syariah berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, total pembiayaan mencapai Rp 53,0 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 15,3 persen YoY.

Begitu pula penggalangan DPK yang naik signifikan sebesar 23,4 persen YoY senilai Rp 42,7 triliun per 30 September 2023. "Kami berkomitmen menyediakan pengalaman terbaik melalui kualitas layanan, produk, teknologi, dan inovasi. Sehingga dapat mewujudkan aspirasi menjadi bank pilihan bagi bisnis dan masyarakat Indonesia," jelas Lani.

Bagikan