Berita Terkini
Nasional

Kabar Baik bagi 700 Ribu Honorer Teknis Administrasi, KemenPAN-RB Siapkan Solusi

Oleh Haeruddin · Senin, 6 November 2023 00:37 WIB · 2 menit baca
Kabar Baik bagi 700 Ribu Honorer Teknis Administrasi, KemenPAN-RB Siapkan Solusi
Ilustrasi pelamar CPNS dan PPPK.

PUBLIKSATU, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengungkapkan fakta bahwa jumlah honorer teknis administrasi sangat banyak.

Sesuai data Badan Kepegawaian Negara (BKN), jumlah honorer teknis administrasi sebanyak 700 ribu. Angka tersebut menurut Deputi SDM bidang Aparatur KemenPAN-RB Alex Denni masih tinggi.

Baca Juga: PPPK Berhak Dapat Pensiunan dan Jaminan Hari Tua

Sebab, kebijakan pemerintah saat ini adalah mengarah pada talenta digital.

"Kalau 700 ribu honorer teknis administrasi diangkat PNS, ya, tidak mungkin. PNS yang sekarang saja mau kami kurangi kok," kata Deputi Alex, Minggu (5/11).

Dia menegaskan proporsi PNS di Indonesia saat ini, sebanyak 38 persennya berada di jabatan pelaksana atau administrasi.

Sementara, dengan digitalisasi banyak pelayanan publik yang mengarah pada sistem elektronik.

Otomatis pekerjaan PNS di jabatan pelaksana ini jadi berkurang. Itu sebabnya, kata Alex, mulai tahun ini pemerintah mulai mengurangi formasi jabatan pelaksana.

Jika PNS administrasi pensiunnya 5 orang, maka formasi yang dibuka hanya 2.

Baca Juga: Bansos Tahap 4 Cair Bulan Ini, Cek Besarannya!

Selain itu, PNS di jabatan pelaksana ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuannya agar bisa menguasai jabatan lebih teknis.

"Nah, di PNS saja sudah kami buat begitu aturannya, bagaimana bisa honorer teknis administrasi kami angkat PNS. Ya, enggak mungkin," tegasnya.

Sebagai solusinya, KemenPAN-RB mengarahkan 700 ribu honorer teknis administrasi ini untuk meningkatkan keahliannya. Jangan sekadar menguasai pekerjaan yang sifatnya administrasi.

Nantinya, mereka ini akan diarahkan ke Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tentunya setelah pemerintah melakukan audit data.

Sebab ujar Deputi Alex, cukup banyak honorer bodong yang ternyata masuk pendataan tenaga non-ASN pada 2022.