Berita Terkini
Nasional

Sosok Hakim Suhartoyo Sebagai Ketua MK Pengganti Anwar Usman

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Jumat, 10 November 2023 05:06 WIB · 2 menit baca
Sosok Hakim Suhartoyo Sebagai Ketua MK Pengganti Anwar Usman
Sosok Suhartoyo yang terpilih menggantikan Anwar Usman Sebagai Ketua MK./ Instagram Mahkamah Konstitusi RI

PUBLIKSATU, JAKARTA - Suhartoyo, Ketua PN Jaksel kini terpilih menjadi Ketua MK, menggantikan Anwar Usman.

Pria kelahiran Sleman, 15 November ini memulai karir hakimnya dengan menjadi calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bandar Lampung pada 1986.

Karir Suhartoyo di dunia peradilan malang melintang. Seperti diantaranya Hakim PN Curup (1989), Hakim PN Metro (1995), Hakim PN Tangerang (2001), Hakim PN Bekasi (2006) sebelum akhirnya menjabat sebagai Hakim pada Pengadilan Tinggi Denpasar.

Baca Juga: Pengamat Politik Menantang PDIP Pecat Gibran Karena Telah Berlainan Arah Politik

Selanjutnya, Suhartoyo juga terpilih menjadi Wakil ketua PN Kotabumi (1999), Ketua PN Praya (2004), Wakil Ketua PN Pontianak (2009), Ketua PN Pontianak (2010), Wakil Ketua PN Jakarta Timur (2011), serta Ketua PN Jakarta Selatan (2011).

Masa remaja pria kelahiran Sleman ini sudah tertarik terhadap ilmu politik. Suhartoyo sempat berharap dapat bekerja di Kementerian Luar Negeri.

Namun kegagalannya menjadi mahasiswa ilmu sosial politik memberi berkah tersendiri karena ia akhirnya memilih mendaftar menjadi Mahasiswa Ilmu Hukum.

“Saya tidak menyesali tidak diterima menjadi Mahasiswa Ilmu Sosial, karena sebenarnya ilmu sosial politik sama dengan ilmu hukum. Orientasinya tidak jauh berbeda,” ujarnya dilansir dari dokumen MK RI.

Baca Juga: Anies Usul Istilah SDM Diganti Jadi Kualitas Manusia

Seiring berjalannya waktu, ketertarikan Suhartoyo untuk mendalami ilmu hukum untuk menjadi seorang jaksa, bukan menjadi seorang hakim.

Keputusan menjadi tertarik menjadi hakim, karena teman belajar kelompok di kampus mengajak untuk mendaftar dalam ujian menjadi hakim. Suhartoyo turut dalam ujian tersebut.

“Justru saya yang lolos dan teman-teman saya yang mengajak tidak lolos. Akhirnya saya menjadi hakim. Rasa kebanggaan mulai muncul justru setelah menjadi hakim itu,” jelasnya.

Karir Suhartoyo masuk dalam Mahkamah Konstitusi yaitu menjadi Hakim Konstitusi menggantikan Ahmad Fadil pada tahun 2015.