Berita Terkini
Nasional

Banyak Lembaga Negara Disebut Komisi III DPR, Alami Gangguan Netralitas Jelang Pemilu 2024

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Jumat, 17 November 2023 03:23 WIB · 2 menit baca
Banyak Lembaga Negara Disebut Komisi III DPR, Alami Gangguan Netralitas Jelang Pemilu 2024
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid bersama para petinggi PKB menyampaikan keterangan kepada wartawan usai rapat pleno dengan Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz di DPP PKB, Jakarta, Jumat (1/9/2023). (DERY RIDWANSAH)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid mengingatkan aparat keamanan untuk tegas bersikap netral dan jujur dalam menghadapi Pemilu 2024. Ia menekankan, netralitas tidak hanya pada perkataan, tapi juga perbuatan.

"Kita mau omongin pemilu damai, kalau memang satu ada antara kata dan perbuatan yaitu satu, kita bilang netral ya betul-betul netral, kita mau jujur ya betul-betul jujur, bukan hanya ingin ngomongnya jujur," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11).

Baca Juga: Rian Ernets Menilai Anak Muda Suka dengan Sikap Santuy dan Santun

Wakil Ketua Umum PKB ini menyebut, lembaga negara saat ini tengah mengalami gangguan soal netralitas. Karena itu, butuh keteladanan dalam bersikap netralitas.

"Nah itu butuh keteladanan, dan ini lah menurut saya jadi soal institusi-institusi politik hari ini, menurut saya mengalami distrus. MK, mungkin juga MPR, DPR, KPK, BPK, termasuk juga lembaga kepresidenan," ucap Jazilul.

Baca Juga: Juru bicara TPN Aiman Witjaksono Nyatakan Publik Suarakan Keresahan yang sama Dalam Menjaga Demokrasi

Ia mengumpamakan, sangat sulit membedakan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, sekaligus pada saat yang sama menjadi kepala keluarga. Ia pun menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sempat kental nuansa konflik kepentingan.

"Makanya kalau di lembaga kehakiman itu tidak boleh dia memutus perkara berkaitan dengan anak atau ikatan kekeluargaan. Karena memang apapun hasilnya seandainya kemarin tok, tidak diberi misalkan ditolak oleh MK, tetap tuduhan itu akan sampai," pungkas Jazilul.