Juru bicara TPN Aiman Witjaksono Nyatakan Publik Suarakan Keresahan yang sama Dalam Menjaga Demokrasi

PUBLIKSATU, JAKARTA - Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranonowo-Mahfud MD, Aiman Witjaksono menyatakan bahwa publik menyuarakan keresahan yang sama dalam menjaga demokrasi. Hal itu menyikapi hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang menyebutkan bahwa 28,50 persen responden sangat puas dengan putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang memberhentikan Anwar Usman dari jabatan Ketua MK.
Sementara itu, sebanyak 15,25 persen responden mengaku puas dengan putusan MKMK. Sehingga total ada 43,75 persen responden yang mendukung putusan MKMK.’’Kami meyakini TPN Ganjar-Mahfud bahwa itu lah suara publik yang sebenarnya yang hakiki yang muncul dari hati nurani terdalam untuk Indonesia bagi demokrasi,” kata Aiman di Hotel Arya Duta Semanggi, Jakarta, Kamis (16/11).
Baca Juga: Lebih Tinggi Dibanding ke Palestina, BPS Catat Ekspor Indonesia ke Israel Tembus USD 140,57 Juta
LPI juga memotret terkait isu dugaan nepotisme dalam pencalonan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres pendampingi Prabowo Subianto. Sebab, sebanyak 65,15 persen responden mengaku sangat setuju dengan isu nepotisme tersebut, 20,25 persen responden mengaku setuju.
Aiman pun menyebutkan, ada perlawanan dari publik yang melenggangkan Gibran jadi cawapres. Sebab, publik tak setuju adanya nepotisme. ’’Soal nepotisme, dari hasil survei menyatakan bahwa mayoritas melawan dan tidak setuju dengan nepotisme dan hal ini melegakan,” ucap Aiman.
Baca Juga: Aliansi Mahasiswa Jatim Sepakat Tolak Politik Dinasti dan Pelanggar HAM
Meski demikian, Aiman menekankan, TPN Ganjar-Mahfud tetap mendorong hadirnya kesejukan dalam kontestasi Pilpres 2024. Aiman mengajak seluruh pihak menggunakan cara-cara berpolitik yang baik. ’’Politik riang gembira, damai dan kita harus dukung hal itu semua tapi jangan lupa politik yang bermartabat dan tidak meruntuhkan demokrasi,” tegas pria berlatar belakang jurnalis tersebut. (*)