DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Menolak Pembentukan Panja Netralitas Polri

PUBLIKSATU, JAKARTA – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Abdul Musawir Yahya menolak pembentukan Panja Netralitas Polri. Bila Polri dicurigai, lembaga negara lain seperti penyelenggara pemilu seharusnya juga dicurigai.
”Ya gak usah deh kayaknya. Misalnya kalau memang begitu kalau saling mencurigai, kita pun juga curiga sama pejabat negara, sama kalau misalnya yang pelaksana segala macam itu KPU, Bawaslu bentukan dari partai politik, itu pun saya punya data juga itu,” kata Abdul.
Abdul khawatir dibentuknya Panja Netralitas Polri tersebut karena tujuan politis. Dia meyakini Polri pasti bakal netral di Pilpres 2024.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Sebut Ada Berbagai Tekanan yang Datang Pada Pasangan Calon Ganjar Pranowo-Mahfud MD
”Jadi kita percaya saja. Saya kira Panja kayak gitu kan takutnya politis juga, jadi dibentuknya itu seakan akan, netralitas kepolisian itu sudah pasti akan melakukan itu,” ujar Abdul Musawir Yahya.
”Kita tetap mendorong agar polisi ini tetap netral di sikap politik 2024, ya tugasnya jalankan tugas sebaik-baiknya, itu yang harus kita gaungkan,” sambung dia.
Abdul mempertanyakan siapa yang bakal mengisi Panja Netralitas Polri tersebut. Menurut dia, tidak perlu pemilu diwarnai dengan kecurigaan yang tidak berdasar.
Baca Juga: TKN Minta Aparat Hukum Tindaklanjuti Soal Dugaan Pakta Integritas Pj Bupati Sorong Memenangkan Ganjar Pranowo
Abdul menginginkan pesta demokrasi 2024 tidak menyeramkan karena persoalan semua instansi saling mencurigai.
”Misalnya kalau dibuat panitia segala macam yang ngisi itu siapa, itu perdebatan lagi nanti, jadi ya jangan sampai kalau menurut saya pemilu ini diwarnai kecurigaan yang tidak punya dasar,” ujar Abdul Musawir Yahya.
”Saya pun juga bisa mencurigai apakah penyelenggara negara yang lebih punya gaung untuk melakukan ketidaknetralan, penyelenggara ini itu pun juga bisa dipertanyakan,” tutur Abdul Musawir Yahya