Berita Terkini
Nasional

Lewat FKUB, Kemendagri Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Jaga Kerukunan Umat Beragama di Pemilu 2024

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Minggu, 19 November 2023 02:05 WIB · 3 menit baca
Lewat FKUB, Kemendagri Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Jaga Kerukunan Umat Beragama di Pemilu 2024
Kemendagri menggelar webinar Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam Mendukung Sukses Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024 yang Aman dan Damai secara online.

PUBLIKSATU, JAKARTA - Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Politik dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Direktorat Ekonomi, Sosial dan Budaya menyelenggarakan kegiatan Webinar dengan tema Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam Mendukung Sukses Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024 yang Aman dan Damai. Kegiatan tersebut secara daring pada Jumat (17/11) kemarin.

Plt. Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya, Ditjen Politik dan PUM Kemendagri, Aang Witarsa Rofik dalam keterangan tertulisnya menerangkan, dalam rangka mendukung kesuksesan Pemilu Serentak Tahun 2024, terutama pada pemilihan Presiden, Wakil Presiden, dan Anggota Legislatif, peran FKUB sebagai kunci dalam menjaga stabilitas, ketertiban, dan kerukunan antar umat beragama sangat penting.

Aang Witarsa menyoroti 5 poin kunci yang menjadi fokus FKUB, dalam menghadapi Pemilu Tahun 2024 yang akan datang.

Baca Juga: TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD Menggelar Konsolidasi TPD di 38 Provinsi

Poin pertama adalah Pemetaan Potensi Gangguan Umat Beragama. Di sini, FKUB mengambil peran penting dalam melakukan pemetaan potensi gangguan umat beragama. "Menghadapi tahapan rawan seperti kampanye dan masa tenang, FKUB akan aktif dalam memonitor dan mengidentifikasi potensi konflik, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat segera diambil," ujar Aang.

Kedua adalah Memitigasi dan Menemukan Solusi. FKUB berkomitmen untuk memitigasi gangguan kerukunan umat beragama dengan menemukan solusi yang tepat. "Dengan memahami sensitivitas isu-isu agama, FKUB akan bekerja proaktif dalam menanggulangi permasalahan yang muncul, baik dalam wilayah hak beragama maupun kehidupan sosial budaya politik," lanjutnya.

Identifikasi dan Penguatan Kearifan Lokal menjadi poin ketiga. FKUB akan aktif dalam mengidentifikasi dan memperkuat kearifan lokal yang mendukung kerukunan umat beragama. Memahami keberagaman budaya dan agama di Indonesia, FKUB akan mendukung upaya pelestarian nilai-nilai lokal yang dapat memperkuat persatuan.

Baca Juga: DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Menolak Pembentukan Panja Netralitas Polri

Keempat adalah Pemahaman Praktik Keagamaan yang Harmonis. Di poin ini, FKUB akan berperan dalam memberikan pemahaman praktik keagamaan yang harmonis, damai, dan toleran kepada masyarakat. "Dengan pendekatan inklusif, FKUB akan mempromosikan nilai-nilai persaudaraan dan mengedukasi masyarakat mengenai keberagaman agama dengan rasa hormat dan toleransi," kata Aang lagi.

Terakhir adalah Mencegah Perpecahan Terkait Isu-isu Agama. FKUB bersikap proaktif dalam menjaga dan mencegah perpecahan antar elemen bangsa terkait dengan isu-isu agama dalam setiap tahapan pemilu. Kolaborasi dengan berbagai pihak dan kampanye penyadaran akan menjadi fokus utama untuk meminimalkan potensi konflik.

“FKUB mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama demi terwujudnya Pemilu 2024 yang aman, damai, dan berintegritas. Melalui sinergi dan kolaborasi, FKUB yakin bahwa Indonesia dapat tetap menjadi rumah bagi semua pemeluk agama dengan keberagaman sebagai kekuatan utama,” tandas Aang Witarsa.