Berita Terkini
Nasional

JK Memastikan Dirinya Bersikap Netral di Pemilu 2024

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Senin, 20 November 2023 02:28 WIB · 2 menit baca
JK Memastikan Dirinya Bersikap Netral di Pemilu 2024
Jusuf Kalla mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan Qunut Nazila sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. (Instagram @jususfkalla)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo sempat menggoda Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla untuk mendukung dirinya pada Pilpres 2024. Ajakan itu disampaikan Ganjar saat bersilaturahmi ke kediaman JK di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (19/11).

"Tadi beliau sampaikan, pilihan boleh beda dan ini rasa-rasanya pilihannya Pak JK akan beda dengan saya, tapi kalau nanti dukung saya juga boleh Pak," kata Ganjar usai melakukan pertemuan tertutup dengan JK.

Baca Juga: Capres Ganjar Pranowo Mengaku Bertemu dengan Jusuf Kalla Bahas Netralitas Aparatur Pemerintah di Pemilu

Namun, Ganjar menyatakan tidak ada pembahasan atau ajakan untuk mendukungnya pada Pemilu 2024. Menurut Ganjar, kehadiran Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesodibjo hanya sebatas menemani dalam pertemuan itu.

"Ya kita nggak ngajak kok, kita silaturahmi aja. Kalau mas Arsjad, pak Hary Tanoe itu kan memang tim saya, jadi ya menemani saya. Kalau mas Arsjad kan teman pak JK, pengusaha. pak Hary Tanoe apalagi, mereka kenal lama," ucap Ganjar.

Merespons itu, JK memastikan dirinya akan bersikap netral pada Pemilu 2024. Sebab, dirinya merupakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca Juga: Sebelumnya Rival, Capres Prabowo Subianto Secara Terbuka Nyatakan Rasa Sayang kepada Presiden Joko Widodo

"PMI itu harus netral, jadi tidak bisa menjadi TPN. Bahwa masing-masing anda semua punya pilihan politis silakan, tapi ada hal-hal tertentu yang membatasinya," ujar JK.

JK menekankan dirinya ingin Indonesia ke depan lebih baik. Ia pun tak segan mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap netral.

"Ya sekali lagi, kita ingin menjaga bangsa negara ini aman ke depan mencapai tahun 2045 seperti diinginkan pak Jokowi. Tetapi syaratnya ialah berlaku adil, berlaku netral, begitu tidak, maka bangsa ini akan mengalami masalah," pungkas JK.