Berita Terkini
Nasional

Usai Hadiri Silaturahmi Desa Bersatu, Gibran Siap Terima Teguran Bawaslu

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Rabu, 22 November 2023 06:09 WIB · 2 menit baca
Usai Hadiri Silaturahmi Desa Bersatu, Gibran Siap Terima Teguran Bawaslu
Pasangan Prabowo-Gibran konkret menyejahterakan guru melalui programnya. ( Instagram/@Prabowo)

PUBLIKSATU, SOLO - Calon Wakil Presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka siap menerima teguran dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) usai menghadiri acara Silaturahmi Desa Bersatu di Jakarta, Minggu (19/11), dikutip dari ANTARA.

Saat dikonfirmasi di Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/11), Wali Kota Surakarta tersebut mengatakan hanya datang sebagai undangan.

"Saya datang pas mau selesai," katanya.

Meski demikian, ia akan menerima jika ada teguran dari Bawaslu usai menghadiri acara tersebut.

"Nanti kalau ada teguran kami terima tegurannya. Yang jelas kami datang sebagai undangan," katanya.

Baca Juga: Soetrisno Bachir Masuk di Timnas Anies-Muhaimin

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja akan memanggil panitia acara deklarasi dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang dihadiri oleh ribuan perangkat desa di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/11).

Pemanggilan tersebut untuk menilai apakah terdapat pelanggaran atau tidak dalam acara tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Gibran menghadiri kegiatan Silaturahmi Desa Bersatu yang digelar beberapa asosiasi perangkat desa tersebut.

Koordinator Nasional Desa Bersatu Muhammad Asri Annas mengatakan Silaturahmi Nasional Desa Bersatu adalah kegiatan rutin tahunan dan tahun ini dihadiri ribuan kepala desa, badan permusyawaratan desa, dan perangkat desa.

Baca Juga: Pasangan Ganjar-Mahfud Menargetkan Potensi Prekonomian Maritim Unggul Lima Tahun ke Depan

"Kami menghadirkan Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai tokoh muda inspiratif. Kami juga sebenarnya mengundang Bapak Prabowo. Kami juga sebenarnya berkomunikasi dengan seluruh capres," katanya.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat mengakomodasi aspirasi dari perangkat dan masyarakat desa.

"Ada beberapa poin penting yang kami berharap bisa diakomodasi ke depan. Pertama adalah reformasi tata kelola desa, kemudian kedua, dana desa Rp5 miliar bersifat afirmatif, kemudian evaluasi pendamping desa. Ketiga adalah memperbaiki kesejahteraan perangkat desa, BPD, dan seluruh instrumen organisasi yang ikut mendukung pemerintah," katanya.