Berita Terkini
Nasional

Publik Menanti Realisasi Program PRIMA yang Disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Sabtu, 25 November 2023 04:50 WIB · 2 menit baca
Publik Menanti Realisasi Program PRIMA yang Disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Tongkat komando TNI saat ini sudah di tangan Panglima Jenderal Agus Subiyanto. Selanjutnya, publik menanti realisasi program PRIMA yang disampaikan Agus Subiyanto saat uji kelayakan dan kepatutan bersama DPR beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Human Studies Institut Rasminto mengatakan, Jenderal Agus Subianto ketika uji kelayakan dan kepatutan bersama DPR menyampaikan visi PRIMA. Yaitu, Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif. Visi itu seakan membawa harapan untuk membentuk TNI yang lebih kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan.

Rasminto pun berupaya membedah program PRIMA ala Agus Subiyanto. Yaitu, personel TNI diharapkan dapat lebih profesional. Mereka memiliki keahlian dan dedikasi tinggi, menjunjung tinggi etika militer, dan mampu menjalankan tugas dengan tingkat profesionalisme yang tinggi.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Berkomitmen 100 Persen Pembangunan Ibu Kota Nusantara Harus Dilanjutkan

"Dengan responsibilitas yang tinggi, TNI diharapkan mampu merespons dengan cepat terhadap setiap perkembangan situasi yang memerlukan tindakan,” ujar Rasminto, Jumat (24/11).

Begitu juga untuk integratif. Poin itu menjadi harapan agar seluruh komponen dan satuan dalam TNI dapat bekerja bersama secara sinergis. Integrasi yang baik akan memastikan efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan misi pertahanan dan keamanan nasional.

"TNI diharapkan dapat terus mengadopsi teknologi terkini dan metodologi modern dalam operasional mereka. Ini termasuk penggunaan teknologi canggih dalam pemantauan, komunikasi, dan strategi pertahanan,” katanya.

Begitu juga dengan adaptif. TNI diharapkan dapat menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan dan perubahan, baik dalam hal teknologi, taktik militer, maupun dinamika geopolitik global.

Baca Juga: Direktur RPI: KPU saat ini Diperhadapkan pada Situasi yang Serba Salah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi

Lebih jauh Rasminto mengatakan, TNI dihadapkan pada era digital yang penuh gejolak. Keberadaan profesionalisme TNI menjadi pilar utama dalam menjaga dan memperkuat ketahanan siber. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat membawa tantangan baru dalam menjaga keamanan nasional. "Dalam konteks ini, TNI tidak hanya berperan sebagai penjaga perbatasan fisik, tetapi juga sebagai pelindung ketahanan siber negara,” tandasnya.

Dosen Geografi Universitas Islam Malang (Unisma) itu menilai, secara institusi TNI menghadapi tugas yang kompleks dalam menanggapi serangan siber yang semakin canggih. Profesionalisme itu tercermin dalam kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menanggapi serangan dengan cepat dan efektif.

Rasminto menyebut TNI harus secara konsisten meningkatkan pengetahuan personelnya agar tetap relevan dalam menghadapi teknologi yang terus berkembang. Responsibilitas terhadap prinsip etika dan hukum dalam operasi siber adalah bagian integral dari profesionalisme.