Israel Kembali Memperluas Serangannya di Jalur Gaza

PUBLIKSATU, - Gencatan senjata antara pasukan militer Israel (IDF) dengan Hamas telah berakhir pada Jumat (01/12) setelah diperpanjang dua hari.
Segera setelah berakhirnya gencatan senjata, IDF kembali melancarkan serangannya di Kota Khan Younis Jalur Gaza.
Baca Juga: Konflik Gaza Dibahas di New York, Semua Menlu Anggota OKI Hadir
Di hari kedua, Sabtu (02/12) usai jeda perang, pasukan Tel Aviv kembali memperluas area agresinya.
Israel mengatakan, pasukan darat, udara dan lautnya menyerang lebih dari 200 target teror di Gaza pada Jumat malam.
Sementara itu pejabat kesehatan Palestina di jalur pantai mengatakan serangan Israel telah menewaskan 184 orang, melukai sedikitnya 589 lainnya, dan menghantam lebih dari 20 rumah.
Asap tebal membumbung di atas reruntuhan, suara tembakan dan ledakan terdengar di Di utara Gaza, yang sebelumnya merupakan zona perang utama.
Warga dan pejabat Hamas mengatakan, para pejuangnya yang bersenjatakan granat berpeluncur roket melawan pasukan dan tank Israel di lingkungan Sheikh Radwan di utara Kota Gaza.
Sementara itu sirine terdengar di seluruh Israel selatan ketika para militan menembakkan roket dari daerah kantong pesisir tersebut ke kota-kota.
Hamas mengatakan, pihaknya menargetkan Tel Aviv, namun tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan di sana.
Menanggapi pertempuran yang bergulir kembali, PBB mengatakan pertempuran itu akan memperburuk keadaan darurat kemanusiaan yang ekstrem.
“Neraka di Bumi telah kembali ke Gaza,” kata Jens Laerke, juru bicara kantor kemanusiaan PBB di Jenewa.
Serangan IDF setelah gencatan senjata ini juga telah menewaskan banyak orang hanya dalam beberapa jam
"Hari ini, dalam hitungan jam, banyak orang dilaporkan tewas dan terluka. Keluarga-keluarga kembali diminta untuk mengungsi. Harapan pupus," kata kepala bantuan PBB Martin Griffiths.