Berita Terkini
Nasional

Aktivis PMII Sebut Dinamika Pemilu 2024 Sarat dengan Berpolitik di Luar Etika dan Moral Demi Ambisi Melanggengkan Kekuasaan

Oleh Djumaluddin, Publik Satu · Sabtu, 9 Desember 2023 04:41 WIB · 2 menit baca
Aktivis PMII Sebut Dinamika Pemilu 2024 Sarat dengan Berpolitik di Luar Etika dan Moral Demi Ambisi Melanggengkan Kekuasaan
Aksi Peringatan Hari Anti Korupsi dan Hari HAM Internasional, di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha. (jawapos.com)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Koordinator aksi Peringatan Hari Anti Korupsi dan Hari HAM Internasional, di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Reyhan mengatakan, sistem demokrasi yang dianut negera ini bergerak ke arah kemunduran dan jauh dari harapan gerakan reformasi 1998.

"Kami harus menegaskan, demokrasi di era pemerintahan saat ini terus mengalami kemunduran dan semakin menjauh dari tujuan yang didorong berbagai kelompok pro-demokrasi pada 1998," ujar Reyhan yang juga aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Baca Juga: Tensi Geopolitik Jadikan Konsep Deglobalisasi Makin Ngetren

Dikatakan Reyhan puncak dari kemunduran tersebut adalah dinamika politik Pemilu 2024 yang sarat dengan cara-cara berpolitik yang di luar etika dan moral, bahkan terkesan menggunakan segala cara demi ambisi melanggengkan kekuasaan.

Sementara, katanya, agenda reformasi 1998, seperti penghapusan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat, semakin dilupakan bahkan diabaikan oleh para elit politik.

Baca Juga: Anies Sebut Indonesia Merupakan Negara Demokrasi Wajib Hukumnya untuk Membebaskan Orang Berekspresi

"Kami memandang politik elitis yang transaksional makin kental dan itu jelas mengkhianati amanat reformasi tahun 1998, semakin menguat dalam dinamika di tingkat lokal maupun nasional," tuturnya.

Karena itu, Reyhan menekankan, gerakan aksi ini menyerukan kepada semua pihan yang masih peduli terhadap generasi mendatang untuk menyelamatkan demokrasi.

"Jangan biarkan demokrasi Indonesia terus mengalami kemunduran, keadilan dan kemanusiaan diinjak-injak oleh elit politik kekuasaan," tandasnya.