Berita Terkini
Nasional

Jokowi Menepuk Air di Dulang Terpercik Muka Sendiri, Awalnya Presiden Baik Kini Bringar Tak Karuan

Oleh Ramli Akhmad · Jumat, 26 Januari 2024 03:17 WIB · 1 menit baca
Jokowi Menepuk Air di Dulang Terpercik Muka Sendiri, Awalnya Presiden Baik Kini Bringar Tak Karuan
Presiden Joko Widodo saat berada di Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah (Net)

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pernyataan presiden dan menteri boleh berkampanye dan memihak sangat merugikan Presiden Joko Widodo. Sebaliknya, Presiden justru akan dicap negatif dan kehilangan kepercayaan publik.

"Ini seperti peribahasa menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Presiden yang awalnya baik dan jadi idola wong cilik, kini kok jadi bringas tak karuan," kata pengamat politik Samuel F Silaen kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/1).

Pada dasarnya, menurut Samuel F Silaen, pemilu merupakan ajang rakyat untuk menyampaikan hak konstitusionalnya memilih dan menentukan pemimpin bangsa Indonesia.

Namun demikian, apa yang disampaikan Jokowi tidak etis karena ada status Kepala Negara yang melekat. Hal ini cukup mengagetkan karena pada kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi selalu mengingatkan netralitas kepada pejabat negara.

"Publik terperanjat dan terheran-heran, tak pernah terbayang bahwa Presiden Jokowi akan mengalami guncangan hebat. Ini jadi topik pembahasan publik, apa penyebab presiden berubah?" ujar Silaen.

Jokowi, kata Silaen, terlihat makin kehilangan identitasnya menjelang akhir masa jabatan sebagai Presiden RI.

"Presiden makin kacau dan kehilangan identitas sebagai pemimpin bangsa. Apa yang membuat ia galau berat hingga sampai harus turun ikut kampanye?" kritik Silaen.