Pelaku LGBT Masih Berusia Remaja, Mendominasi Pengidap HIV/AIDS di Baubau

BLIKSATU, BAUBAU - Parah, temuan kasus terbaru HIV/AIDS sepanjang tahun 2023 di Kota Baubau lebih di dominasi pelaku hubungan seks sesama lelaki dan biseksual.
Demikian pengungkapan kasus HIV/AIDS disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau Yuslina.
Yuslina menyebutkan, sepanjang tahun 2023 untuk kasus HIV/AIDS ditemukan sebanyak 97 kasus. Diantaranya mulai dari kasus lelaki seks lelaki (LSL), biseksual dan wanita pekerja seks (WPS).
"LSL 20 kasus, biseksual 3 kasus, WPS 8 kasus, pasangan resiko tinggi 5 kasus, heteroseksual 21 kasus, anak dari orang tua 1 kasus dan penasum 1 kasus," ungkap Yuslina ditemui di Dinkes, rabu 7/2.
Parahnya, temuan kasus HIV/AIDS dari pelaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) alias penyakit kelamin khususnya homoksesual dan biseksual tersebut rata-rata masih berusia remaja.
"Usia-usia masih remaja ya pokoknya masih aktif seksnya, ditemukan dari dalam Baubau," bebernya.
Dikatakan, rata-rata remaja berstatus LGBT pelaku pengidap HIV/AIDS itu berdomisili di Kota Baubau.
Lebih jauh, Kabid P2 Dinkes ini membandingkan, temuan kasus HIV/AIDS di tahun 2023 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 yang hanya 88 kasus.
"Kalau tahun 2023 ada 97 kasus ditemukan, kalau untuk tahun 2022 kemarin ada 88 kasus tapi bukan semua juga domisili di Kota Baubau," ujarnya.
Sementara itu, angka penemuan kasus HIV/AIDS dari tahun 2007 sampai 2023 sebanyak 914 kasus. "Tapi angka penemuan itu sudah mencapai 914 kasus tetapi bukan berarti semua domisili di Kota Baubau, yang pasti ditemukan oleh pelayanan kesehatan di Kota Baubau," tambahnya.
Peliput: Murdin