Rajiun Mulai Ditinggalkan, Loyalisnya Tantang Anggota Media Center RT Buka-Bukaan di Polisi

PUBLIKSATU, RAHA -- Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024 mendatang Dinamika Politik di Muna mulai memanas. Kali ini datang dari kubu bakal calon Bupati Muna L.M. Rajiun Tunda, dimana anggota media center Rajiun akan melaporkan loyalisnya ke pihak kepolisian atas dugaan fitnah terhadap mantan Bupati Mubar itu.
Tak terima dituduh memfitnah bakal calon Bupati Muna itu, Hj. Niar yang merupakan loyalis L.M. Rajiun Tumada (RT) tak terima atas pernyataan tim media Center RT di salah satu media online.
Kini dirinya sebagai loyalis memutuskan untuk meninggalkan Bakal calon (Balon) Bupati Muna, LM Rajiun Tumada. Ia mengaku sudah cukup setia selama beberapa tahun di barisan Rajiun. Kebaikan yang dia lakukan malah dibalas dengan sebuah penghianatan.
"Kita punya perasaan. Cukup kita saja yang tahu, Prinsipnya, saya tidak ingin bersama-bersama lagi di barisan Rajiun," tegas Hj Niar, saat memberikan keterangan pers kepada Awak media, Rabu, 7/8/2024.
Menurut wanita yang berprofesi sebagai pengusaha itu mengatakan bahwa RT merupakan keluarga besar dari suaminya, namun lagi-lagi menyangkut perasaan dan kenyamanan bagi dirinya maka dia putuskan untuk RT.
"Rajiun itu keluarga suamiku, tapi ini persoalan perasaan dan kenyamanan. Sudah cukup beberapa tahu kita melayani," timpalnya.
Hj. Niar juga menyinggung pertemuanya dengan Plt Bupati Muna, Bachrun Labuta beberapa waktu lalu di rumah salah satu Kader Nasdem Ali Badin yang tidak lain adalah iparnya. Kata dia pertemuan itu, hanya secara kebetulan.
"Isidentil saja. Istri pak Bachrun itu keluarga suamiku. Jadi kita pasti menghargai mereka ketika datang. Persoalan dukungan, itu hak kita nantinya," ujarnya.
Bahkan Ia merasa lucu, usai pertemuan dengan Bachrun, banyak yang kepanasan. Bahkan, di viralkan di media sosial (Medsos) Facebook (FB) bahwa dirinya menyumbangkan 20.000 suara untuk Rajiun Tumada di Pilkada 2020.
Kemudian, ia juga dituduh memfitnah Rajiun karena iparnya, Ali Badin tidak lolos menjadi anggota DPRD dan bila tidak meminta maaf akan di polisikan.
Katanya, apa yang dituduhkan padanya itu tidak benar, bila ia mampu menggalang 20.000 suara, tidak perlu repot-repot mendukung orang lain. Menurutnya, tuduhan-tuduhan itu, bentuk kepanikan dari barisan Rajiun.
"Kalau punya masa 20.000, mending saya yang maju di Pileg," terangnya.