Berita Terkini
Nasional

KST Unpad Gelar Sosialisasi Dan Penelitian Terkait Potensi Migas Di Kabupaten Muna

Oleh Ramli Akhmad · Senin, 12 Agustus 2024 12:21 WIB · 2 menit baca
KST Unpad Gelar Sosialisasi Dan Penelitian Terkait Potensi Migas Di Kabupaten Muna
Sosialisasi KST Unpad tentang Potensi Migas Di Kabupaten Muna diselenggarakan di Balai Desa Mantobua Kecamatan Loghia. (Foto: Anuardin)

PUBLIKSATU, RAHA-- Peneliti dari Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Pandjajaran (KST Unpad) melakukan sosialisasi terkait adanya potensi Kandungan Minyak dan Gas (Migas) di Kabupaten Muna, Sabtu, 20/08/2024.

KST Unpad sendiri merupakan lembaga profesional dalam proyek sosialisasi dan penelitian potensi migas di wilayah Sulawesi Tenggara. Penelitian tersebut dipusatkan di dua daerah yakni Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Selatan.

Sementara untuk di Muna Sosialisasinya dilaksanakan di Balai Desa Mantobua, Kecamatan Lohia yang di hadiri oleh Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Ahmad Yani Biku, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Fajaruddin Wunanto, Camat Lohia, Ardi, Camat Tongkuno Arif Wau dan masing-masing kepala desa Mantobua, Korihi, Lakarinta, Lakologou, Kotano Wuna dan Waara.

Potensi migas di Muna diketahui dari kondisi geologi daratan pulau Muna yang sebagian besar terbentuk dari bebatuan karst. Kini potensi tersebut bakal diteliti secara serius.

"Data awal menggambarkan potensi migas tersebar enam titik di pulau Buton yakni di Buton Utara, Muna, Buton dan Buton Selatan. Namun sosialisasi dan penelitian potensi kandungan migas tahap pertama di fokuskan di dua titik yakni Buton Selatan dan Muna, khususnya di Muna Timur,"ungkap Peneliti KST Dr. Al Sitti Patimah, ST. M. Sc.

Menurut dia ada lima desa di Muna yang terdampak kegiatan eksploitasi migas yang di mulai dari Muna Timur yakni Mantobua, Korihi, Lakarinta, Lakologou dan Kotano Wuna.

"Lima desa ini termasuk wilayah terdampak. Tetapi kami dari KST mendapat permintaan supaya di lima desa ini juga dilakukan penelitian untuk menemukan cadangan minyak juga,"terang Patimah.

Sosialisaai itu lanjut Patimah akan ditindak lanjuti dengan dilakukannya penelitian kandungan migas pada lima desa tersebut selama 40 hari kedepan dengan mengambil sampel di beberapa titik. Tim yang terlibat dalam pengambilan sampel berasal dari KST Unpad.

"Hasil penelitian akan kami sosialisasikan kembali pada akhir September. Nanti akan ketahuan apakah lima desa ini juga punya cadangan minyak, berapa cadangannya dan dimana titiknya," jelasnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Muna, Ahmad Yani Biku mengaku bersyukur potensi alam di Kabupaten Muna mulai mendapat perhatian serius.

Ia juga mengatakan potensi migas di Muna sudah ditelitik sejak kurun waktu tahun 1973-1975 di wilayah Kolese. Selanjutnya juga dilakukan penelitian serupa di tahun 1987 - 1990-an.

"Kita berharap sekarang sudah waktunya potensi itu digali secara serius dan benar-benar dikelola. Mudah-mudahan inilah waktunya rezeki itu datang untuk Muna,"pungkas Yani. (Anuardin)