Siswa SDN 2 Topa Minim, Pembagian Rombongan Belajar Dinilai Tidak Seimbang

PULIKSATU, BAUBAU - Pembagian kuota kelas dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah Topa atau Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari khususnya pada dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) belum seimbang.
Sebut saja pada dua sekolah yakni SD Negeri Topa dan SD Negeri 2 Topa. Diketahui di wilayah Topa tersebut, setiap penerimaan siswa baru bisa mencapai empat kelas dengan rasio 27-29 orang perkelasnya.
Kepala SD Negeri 2 Topa, La Arwah S.Pd mengatakan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ketika pelaksaan pensrimaan peserta didik baru untuk SDN 2 Topa hanya diberikan kuota satu kelas.
Lebih lanjut, sementara SD Negeri Topa yang menjadi sekolah tetangga bagi SD Negeri 2 Topa pada saat penerimaan peserta didik baru diberikan kuota sebanyak dua kelas.
"Kalau kita ini SDN 2 Topa, saya dikasi satu," kata Arwah kepada koran ini ditemui di SD Negeri 2 Topa letaknya yang tidak jauh dari tempat destinasi Pantai Nirwana, kemarin.
Dengan adanya pembagian seperti itu, bagaimana dengan kebijakan zonasi? Rupanya aturan zonasi di wilayah tersebut tidak berpengaruh saat pelaksanan PPDB.
Menurutnya, kata dia, secara geografis SD Negeri 2 Topa lebih unggul dibanding sekolah tetangga. Meski begitu, tambah dia, SD Negeri 2 Topa hanya tidak unggul dari sisi sarana dan prasarana.
"Jadi saya lihat ada kebijakan zonasi kemarin tapi tidak berpengaruh juga penerimaan di dua sekolah ini karena saya lihat di SD tetangga ini rombongan belajar diperuntukan dia itu besar," katanya.
Dikatakan, jumlah keseluruhan siswa dan siswi yang ada di SD Negeri 2 Topa sampai saat ini berjumlah 43 orang. Jumlah tersebut tersebar di enam kelas yang tersedia.
Sebelumnya, pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2024/2025 di sekolah tersebut sangat minim hanya berjumlah sekitar 7 orang.
"Jadi siswa SDN 2 Topa yang diakui di Dapodik sampai hari ini 43 orang masih ada tiga siswa itu masih bersekolah disini tetapi asalnya dari luar daerah dan itu tidak dilepas di sekolah asalnya itu," ujarnya.
Ia berharap, kedepannya ini kembali ditinjau ini untuk penetapan rombongan belajar untuk setiap sekolah supaya betul-betul zonasi itu efektif.