Berita Terkini
Nasional

Klarifikasi Kapus Wakorsel Terkait Vidio Viral Mobil Ambulance Tak Bisa Antar Pasien Rujukan

Oleh Anuardin · Jumat, 25 April 2025 01:21 WIB · 4 menit baca
Klarifikasi Kapus Wakorsel Terkait Vidio Viral Mobil Ambulance Tak Bisa Antar Pasien Rujukan
Ketgam : Video saat keluarga pasien aplod mobil ambulance puskesmas Wakorsel di Media sosial. ( (Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA -- Video memperlihatkan salah satu pasien rujukan atas nama Randi Arya Putra (20) asal desa Wakorumba tak bisa menggunakan mobil ambulance Puskesmas Wakorumba Selatan untuk dirujuk di Rumah sakit Siloam Kota Bau Bau viral di media sosial. Diketahui kejadian ini terjadi pada hari Senin 20/4/2025 di Puskesmas Wakorumba Selatan.

Dari video yang beredar, keluarga pasien yang merekam menyebut bahwa oli mobil ambulan Puskesmas Wakorumba Selatan belum diganti sehingga keluarga pasien memilih untuk membawa pasien itu di rumah sakit Siloam kota Bau-bau menggunakan mobil pikap.

Kepala Puskesmas Wakorsel Wa Ode Muliani membenarkan adanya keluarga pasien yang terpaksa naik mobil pikap lantaran olei mesin mobil ambulance di Puskesmas belum diganti.

Menurut Kapus, diketahui oli mobil ambulans itu harus diganti setelah mengantar salah satu pasien di Komosope Kecamatan Pasikolaga pada hari Minggu malam (malam Senin). Sedangkan di Kecamatan Wakorsel tidak ada yang jual oli sesuai merek yang digunakan mesin mobil ambulance itu.

"Jadi pasien itu mau dirujuk pada hari Senin siang, malam itu kami baru habis antar pasien di Kamosope, oli mesin kami belum sempat ganti, baru yang jual oli sesuai merek yang digunakan tidak ada yang jual di Wakorsel, makanya siang itu kami sempat tawarkan kepada pihak keluarga kalau bisa kita menunggu dulu, kita pesankan dulu oli mobil di Raha, tetapi keluarga pasien tidak mau, apalagi Siang itu sudah tidak ada kapal yang mau ke Raha, makanya siang itu keluarga pasien cari alternatif dengan menggunakan mobil pikap untuk membawa pasien di Bau Bau,"ungkap Muliani.

Kemudian lanjut, Muliani, semula keluarga pasien itu sempat memaksa agar menggunakan mobil ambulance namun pihak puskesmas tidak mengizinkan sebab jarak tempuh dari puskesmas Wakorsel ke rumah sakit Siloam Bau Bau sangat jauh.

"Kami tidak izinkan karena kami takut jangan sampai rusak ditengah jalan apalagi lewat dihutan - hutan yang tidak ada perkampungan, sempat kami tawarkan untuk dirujuk saja di rumah sakit dr. Baharuddin Raha, kalau di Raha bisa kita gunakan mobil ambulance itu karena tidak jauh, kalau ke bau-bau kami tidak berani terlalu jauh ratusan kilo, karena jangan sampai terjadi apa-apa di jelan,"ujarnnya.

Karena Puskesmas Wakorumba Selatan itu tidak melayani pasien rawat inap, mobil ambulance inilah yang selalu standby Untu mubail melayani pasien dengan antar jemput pasien yang ada di wilayah kecamatan Wakorsel untuk dibawah ke Puskesmas.

"Hanya saja secara kebetulan harinya pasien atas nama RAP (20) asal desa Wakorumba itu mau dirujuk di Bau - bau tidak bisa gunakan karena alarm lampu penggunaan oli harus diganti dan kita tidak berani gunakan untuk perjalanan jauh, nanti besoknya baru mobil itu diganti olinya setelah kami beli dari Raha, mobil itu puskemas keliling, melayani pasien setiap hari antar jemput,"ujarnya.

Kemudian menurut Kapus Wakorsel pisien atasan nama RAP itu merupakan pasien kecalakaan yang dirawat dan di tangani oleh dokter dan perawat puskesmas pada hari Minggu, 20/04/2025. Setelah ditangani dokter puskesmas di IGD, tiba-tiba keluarga pasien minta agar pasien tersebut dikeluarkan dari puskesmas.

"Jadi waktu di IGD sudah di rawat dengan dokter kemudian di tangani dengan baik, Tapi tidak lama, datang pihak keluarga minta untuk dikasih keluar untuk dirawat dirumah, katanya mau dikasih mandi dengan air panas, perawat sempat larang untuk dibawa pulang karena akan dipantau dulu apakah akan dirujuk atau tidak tetapi pihak keluarga larang, mereka bilang terlalu lama, katanya mereka ada keluarga yang rawat di rumah, tetapi perawat puskesmas titip pesan kalau ada apa-apa hubungi kita,"ujarnya.

Kemudian lanjutnya, pasien dibawah pulang dirumahnya hanya satu malam, keesokan hari yakni hari Senin pagi tanggal 21/04/2025 perawat puskesmas kembali dihubungi meminta agar membuka infus pasien. Setelah perawat tiba dirumahnya ternyata air infusnya sudah kosong, kondisi pasien sudah gawat, maka disuruh bawa kembali di Puskesmas.

Awalnya pihak keluarga melarang, tetapi setelah dijelaskan oleh perawat akhirnya dibawah kembali di Puskesmas, setelah tiba langsung ditangani dengan dokter, namun setelah diperiksa, dokter sampaikan untuk dirujuk.