Batuatas Terisolir, Simpan Sejuta Wisata

Laporan- Nusman Nagara Muli
WISATA alam bawah laut Pulau Batuatas sangat eksotik karena belum terjamah dan terekspos secara optimal. Bagaimana tidak, wisata bawah laut dengan terumbu karangannya membentuk dinding vertikal. Belum lagi wisata pantainya. Pasir putih air laut yang masih bening.
Ikon pariwisata di pulau terluar Busel, Batuatas menjadi incaran turis mancanegara. Tak sedikit para turis sengaja datang melakukan penyelaman spot diterumbu karang di perairan Batuatas.
Destinasi wisata terumbu karang di Batuatas itu menjadi incaran mancanegara mapun penyelam/diving lokal. Potensi wisata terumbu karangnya masih alami dan berbentuk seperti dinding vertikal, ini yang menjadi incaran turis mancanegera maupun penyelam lokal.
Wisata karang yang paling menajubkan di terumbu karang Manaa, Tanjung antara Wacintoru dan Batuatas, karang ini masyarakat lokal dikeramatkan dan terlarang.
Karang itu masyarakat Batuatas meyakini belum pernah terjamahkan karena dikeramatkan atau "pamali" oleh masyarakat. Karangnya vertikal, berbeda dengan daerah lain. Ini tidak terjadi di daerah lain. Ini sudah diabadikan, masih asli dan utuh. Justru masyarakat asing datang menyelam, sedangkan pada saat Sail Indonesia, para turis pernah datang menyelam.
Belum lagi potensi nelayan tangkapnya adalah ikan tuna kuning sebelah barat Batuatas. Ikan Lion ini bertelur dan berkembang di perairan Batuatas.
Sedangkan wisata pantai ada pantai Wabokeo miliki pasir putih dan air lautnya masih jernih belum terjamah. Yang paling menarik adalah pada saat matahari terbenam dan pada saat terbit, ditempat itu terlihat dua sisi antara matahari terbit maupun terbenam. Dibagian belakangnya ada tebing menjulang tinggi. Pasirnya putih. Air lautnya bening.
Sedangkan wisata alamnya antara lain, masyarakat Batuatas yakini di benteng Syeh Abdul Wahid. Ditempat ini sangat disakralkan dan merupakan tempat gunung tertinggi di Batuatas. Tempat ini pula masyarakat lokal meyakini tempat pertama kali penyiar islam di tanah Buton itu menunaikan salat. Jejaknya peninggalannya ada.
Berada di benteng itu ada peninggalan sejarah dan tempat yang konon merupakan tempat sujud dan shalat Syeh Abdul Wahid. Ditempat itu pula, saat matahari terbit dan terbenam bisa disaksikan secara langsung tanpa ada yang menghalangi dan pemandangannya sangat indah.
Sedangkan untuk seni tari, Batuatas juga tidak kalah menariknya dengan yang ada di daerah atau kecamatan lain. Di Batuatas ada tarian Lareangi dan Latenumbe. Ini tarian yang turun temurun dibudayakan masyarakat. Tarian ini juga belum terekspos secara maksimal. Tari ini tarian lokal warga pulau Batuatas.