Jurusan Perkantoran Dominasi SPMB di SMKN 1 Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Baubau tingkat peminat lebih didominasi jurusan Perkantoran, pendaftar sebanyak 360 orang.
Kepala SMK Negeri 1 Baubau, La Mundi, S.Pd mengatakan kuota diberikan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara atas usulan sekolahnya tahun ini untuk kelas X menerima 12 Rombongan Belajar (Rombel) dengan rincian Akutansi 5 rombel, perkantoran 2 rombel, desain komunikasi visual 1 rombel dan pemasaran 4 rombel.
Dari kuota itu yang mendaftar di SMK Negeri 1 Baubau sebanyak 491 orang artinya melebihi kuota yang diberikan oleh pemerintah sehingga yang dinyatakan tidak lulus hasil penjaringan aplikasi sebanyak 59 siswa secara keseluruhan.
Sementara itu, dari empat jurusan itu terlihat pendaftar terbanyak itu ada di perkantoran yaitu dari dua rombel sebanyak 72 siswa itu yang mendaftar di perkantoran 361 dari 361 satu orang tidak valid berarti yang valid 360.
"Dari 360 siswa yang mendaftar siswa yang diterima hanya 72 orang karena hanya dua rombel," kata mantan Kepala SMK Negeri 5 Baubau ditemui di kantornya, Rabu 08/7.
Kemudian pendaftar terbanyak kedua, lanjutnya, itu adalah desain komunikasi visual, desain komunikasi visual kurang lebih 100 yang mendaftar sementara yang diterima hanya 36 orang. Kemudian jurusan pemasaran dan akutansi sesuai dengan kuota yang ada, pas.
"Artinya tahun ini alhamdulillah kita mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.
Kendati beberapa jurusan melebihi kuota, ujar dia, sebenarnya dalam konteks SMK Negeri 1 Baubau sudah beberapa tahun ini agak berkurang dikarenakan.
"Menurut kami itu karena di daerah-daerah itu banyak banyak sekolah negeri, kalau dulu sekolah negeri hanya ada di Baubau sehingga orang-orang dari Kabupaten seperti Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah dan daera sekitar lainya seperti Wakatobi dan sebagian dari Muna," bebernya.
Kepada peserta didik yang lulus, La Mundi berharap agar dijadikan sebagai motivasi pasalnya dari sekian banyak pendaftar namun belum bernasib untuk lulus.
"Dan bagi yang tidak lulus tidak usah berkecil hati, tidak usah putus asah mungkin di tempat lain anda lebih bagus. Tetap semangat dimanapun anda sekolah tetap sama, pada prinsipnya bukan sekolahnya tapi bagimana diri anda dan mudah-mudahan apa yang dicita-citakan bisa terwujud di sekolah baru," tutupnya.
Peliput: Murdin