Berita Terkini
Nasional

Penuhi Syarat dari Kemendikbudristek, Unidayan Terima 600 Kuota Program PPG Guru Tertentu

Oleh Asmar · Sabtu, 20 September 2025 06:47 WIB · 3 menit baca
Penuhi Syarat dari Kemendikbudristek, Unidayan Terima 600 Kuota Program PPG Guru Tertentu
Foto: Haeruddin, S.Pd., MA Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unidayan Baubau. (Asmar)

PUBLIKSATU, BAUBAU--Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau menerima alokasi 600 kuota Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025 untuk program PPG guru tertentu (Daljab).

Demikian dikatakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unidayan Baubau, Haeruddin SPD, MA melalui media ini, Jumat (19/9/25). Ia mengungkapkan, untuk program PPG guru tertentu (Daljab), Unidayan dinyatakan telah memenuhi syarat berdasarkan SK operasional yang telah keluar.

Adapun pelaksanaannya, menyaratkan semua dosen tutor maupun guru pamong yang mengajar di program PPG, sebelumnya harus pernah mengajar PPG. Oleh karena Unidayan baru pertama kali menyelenggarakan program PPG, maka semua dosen, tutor dan penguji PPG diharuskan mengikuti bimbingan teknis.

Lanjut dia, sehingga dari tanggal 29 Agustus-12 September 2025, seluruh calon dosen dan calon guru pamong telah mengikuti bimbingan teknis dari Kementerian secara daring. Menurutnya, calon dosen maupun calon guru pamong yang telah mengikuti bimbingan teknis itu, akan diumumkan dalam waktu dekat ini.

"Itu kemudian hasilnya akan diumumkan dalam satu dua hari ini, karena bisa jadi ada saja dosen yang tidak memenuhi syarat, sebagai dosen maupun penguji PPG, termasuk guru pamong. Dalam proses kami kemarin, mengikuti bimbingan teknis keluar pengumuman terkait dengan alokasi untuk Unidayan sebanyak 600 orang, "ujarnya.

Ia menjelaskan, PPG yang dimaksud merupakan guru tertentu atau guru dalam jabatan yang pembiayaannya langsung ditanggung oleh Kementerian. Sehingga calon pendaftar peserta PPG mendaftar langsung melalui Kementerian. Maka itu, berdasarkan jumlah dosen tutor, dan guru pamong dari Kementerian memporsikan Unidayan sebanyak 600 kuota.

"Dengan rincian karena kami membuka tiga program studi, pendidikan Bahasa Inggris, pendidikan ekonomi, dan pendidikan sejarah. Maka rinciannya kemarin itu, 300 orang untuk pendidikan Bahasa Inggris, kemudian pendidikan sejarah 150 orang, lalu pendidikan ekonomi 150 orang, "Imbuhnya.

Menurutnya, untuk PPG guru tertentu (Daljab) dengan alokasi kuota yang diberikan itu, untuk penyelenggaraannya masih tetap online. Sementara itu, kata dia untuk penyelenggaraan program PPG offline, biasanya dikhususkan untuk PPG prajabatan. Hanya saja, PPG prajabatan belum bisa dilaksanakan di Unidayan dan masih menunggu plotting dari Kementerian.

"Karena itu beberapa persyaratan harus dipenuhi, terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana dan seterusnya. Karena penyelenggaraan secara mandiri offline ini, itu di asramakan. Alhamdulillah Unidayan kan, asramanya sudah ada. Jadi karena ini baru pertama, penyelenggaraannya guru tertentu ini masih diselenggarakan secara online, "bebernya.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat ini, guru dan pamong, akan mengikuti bimbingan teknis ulang terkait dengan penguji PPG. Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah mengikuti bimbingan teknis yaitu dari tanggal 29 Agustus-12 September 2025 khusus untuk dosen PPG. Setelah itu, lanjutnya akan mengikuti bimbingan teknis khusus untuk penguji PPG.

"Sebetulnya memang PPG ini sudah dinanti dari semua alumni, kita juga sudah dengarkan bahkan juga mereka bertanya langsung, tapi kami sampaikan bahwa untuk sementara yang di akomodir ini adalah guru tertentu yang plotting Kementerian. Belum membuka secara mandiri, jadi untuk sementara menunggu saja perkembangannya, "tukasnya.

Kendati demikian, begitu sudah dibuka ruang untuk PPG prajabatan, pihaknya secepatnya akan diumumkan pada alumni-alumni FKIP Unidayan agar segera melakukan pendaftaran. Mengingat di Sulawesi Tenggara baru tiga kampus yang selenggarakan PPG yakni Universitas Halu Oleho (UHO), Uviversitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dan terakhir Unidayan Baubau.