Ka Sahabandar Tak Mau Keluarkan Izin Berlayar Kapal Indomas, Kantor UPP Raha Disegel Massa

PUBLIKSATU, RAHA -- Puluhan Masyarakat Muna yang tergabung dalam Gerakan Muna Raya Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Pelabuhan Nusantara Raha, Senin, 13/10/2025.
Aksi unjuk rasa itu buntut dari Kepala UPP kelas II Raha Pelabuhan Nusantara Raha tidak mau mengeluarkan rekomendasi izin pelayaran kapal Cepat Indomas Muna milik pengusaha lokal Kabupaten Muna.PULUHAN
Massa menduga, kepala UPP kelas II Raha atau kepala Sahabandar bekerja sama dengan pemilik kapal cepat PT. Darma Indah agar tidk mengeluarkan izin pelayaran kapal Cepat Indomas.
Selema beberapa jam berorasi di halaman kantor Sahabandar Raha, masa aksi yang dikomandoi oleh Yogi Bone itu meminta kepala UPP Pelabuhan Nusantara Raha untuk menemui mereka. Namun sayangnya kepala UPP tidak berada ditempat.
"Kepala kantor sedang berada di luar daerah, beliau lagi urus masalah kapal Indomas di Jakarta, hari Rabu baru balik di Raha," ungkap salah seorang staf yang menemui massa.
Mendengar penjelasan staf UPP Raha, suasana dialog sempat memanas. Massa tidak ingin bertemu dengan staf namun meminta Ka UPP Raha menemui mereka.
"Kami mau ketemu kepala UPP Raha, bukan staf, kami mau berdialog dengan dia untuk menanyakan kenapa dia tidak mengeluarkan izin berlayar kepada Indomas, " kesal Yogi Bonea.
Kerena pihak Sahabandar bersikuku bahwa kepala UPP tidak berada di tempat, maka massa aksi melakukan penyegelan terhadap kantor UPP Pelabuhan Nusantara Raha.
Dalam proses penyegelan itu, korlap Aksi Yogi Bonea memberi pernyataan sikap terhadap tindakan yang dilakukan oleh Ka UPP Raha yakni masa aksi dengan mempertanyakan berbagai masalah yang terjadi di pelabuhan Nusantara Raha yang sangat merugikan masyarakat umum.
"Kami berharap bertemu langsung dengan Ka UPP Raha, namun tidak ada ditempat," ucapannya.
Bukan saja itu lanjut Yogi, kelakuan Ka UPP Raha dalam aktivitas sehari-hari susah untuk ditemui karena selalu tidak berada dikantornya.
Yogi juga menduga, kepala Sahabandar Raha menjadi beking dari semua palanggaran yang ada di wilayah pelabuhan Nusantara Raha.
"Yang menarik adalah diduga kuat kepala Sahabandar Raha menjadi beking dari semua pelanggaran yang ada di pelabuhan Nusantara Raha. Oleh karena itu kami melakukan penyegelan terhadap UPP kelas II Raha," ungkapnya.