Berita Terkini
Nasional

Pencurian Peralatan Deteksi Gempa di Wakatobi, Ancam Peringatan Dini Sulawesi Tenggara

Oleh Asmar · Sabtu, 22 November 2025 01:55 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pencurian Peralatan Deteksi Gempa di Wakatobi, Ancam Peringatan Dini Sulawesi Tenggara
Ketgam: Kondisi alat pendeteksi Gempa milik BMKG dilaporkan hilang. (ist)

PUBLIKSATU. ​WANGIWANGI--Sistem peringatan dini gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam lumpuh menyusul insiden pencurian komponen vital pada Selter InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) di Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.

Peristiwa yang terjadi pada 20 November 2025 ini mengakibatkan hilangnya tiga unit panel surya, yang merupakan sumber daya krusial untuk pengiriman data gempa secara real-time.

​Dampak Serius pada Pemantauan Gempa ​BMKG Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari melaporkan bahwa hilangnya panel surya tersebut menyebabkan terhentinya transmisi data dari satu-satunya alat pemantau gempa yang terpasang di Kabupaten Wakatobi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari, Rudin, S.T, M.Geo, dalam siaran persnya menekankan kekhawatiran ini, mengingat Sultra adalah wilayah rawan gempa.

​"Hilangnya data dari perangkat ini sangat mengkhawatirkan, terutama karena wilayah Sulawesi Tenggara yang rawan akan bencana gempabumi hanya memiliki satu alat pemantau gempabumi di Kabupaten Wakatobi," ujar Rudin.

​Data BMKG menunjukkan bahwa hingga Oktober tahun ini saja, telah tercatat lebih dari 1.400 kejadian gempabumi di sekitar Sultra, dengan 158 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Meskipun telah terpasang 15 sensor gempa di hampir seluruh wilayah Sultra, sensor di Wakatobi ini memegang peranan penting.

​Proses penggantian memakan waktu lama dikarenakan ​Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya pada nilai material, tetapi juga pada waktu pemulihan sistem. Proses penggantian komponen yang hilang dipastikan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

​"Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk pengajuan dan pengadaan perangkat baru, yang akan berdampak langsung pada keakuratan dan ketepatan informasi yang diberikan BMKG kepada masyarakat," jelas Rudin.

​Kasus pencurian peralatan BMKG terus erulang ​Insiden di Wakatobi ini menambah panjang daftar kasus pencurian dan perusakan perangkat BMKG. Pencurian Alat Pendeteksi Gempabumi sudah beberapa kali terjadi sejak tahun 2015.

​Pada awal tahun 2025, kasus serupa juga terjadi di Sidrap, Sulawesi Selatan, di mana alat monitoring gempa dan tsunami dirusak dan dicuri. BMKG menegaskan bahwa pengulangan kasus ini sangat menghambat upaya mitigasi bencana nasional.

​BMKG Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari lantas menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan instansi daerah dalam menjaga keamanan perangkat negara. Setiap elemen masyarakat dianggap memiliki tanggung jawab dalam mendukung sistem peringatan dini yang efektif demi keselamatan bersama.(​Sumber: BMKG Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari (Kendari, 20 November 2025).(p2).

Bagikan