Berita Terkini
Nasional

Berada dI Pelosok Buton, SMAN 1 Lasalimu Terapkan SIMAS Dengan Menggunakan 6 Layanan Fitur

Oleh Murdin · Kamis, 4 Desember 2025 00:56 WIB · 3 menit baca
Berada dI Pelosok Buton, SMAN 1 Lasalimu Terapkan SIMAS Dengan Menggunakan 6 Layanan Fitur

PUBLIKSATU, KAPONTORI - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Lasalimu berada di pelosok Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara patut diacungkan jempol karena inovasi dihadirkan dengan menerapkan managemen berbasis digital.

Penerapan sistem digital di sekolah tersebut sebelumnya sudah dilaunching pada bulan Oktober 2023 aplikasi itu dinamakan Sistem Informasi dan Managemen Sekolah (SIMAS) dengan enam fitur dapat diandalkan.

Kepala SMA Negeri 1 Lasalimu, Syahrul S.Pd M.Pd mengatakan pada awal-awal diluncurkan sistem digital hanya memiliki dua fitur yakni fitur website biasa dan kemudian fitur absensi digital.

"Namun secara perkembangannya sudah sampai tahun ketiga ini, sekrang aplikasi SIMAS sudah mencapai enam fitur. Jadi aplikasi SIMAS ini adalah sebuah aplikasi berbasis web jadi bisa diakses dibrowsing di internet asal jaringan terhubung di internet maka dia bisa diakses," kata Syahrul kepada BUTONPOS, senin (1/12).

Berikut enam fitur tersebut yakni. Pertama fitur website biasa berfungsi menyimpan profil sekolah dan visi misi sekolah dan sebagainya dan fitur ini bisa diakses semua orang karena sifatnya fitur biasa.

Kedua, Fitur e-Absensi, fitur ini adalah untuk mendokumentasikan kehadiran guru dan siswa jadi ketika siswa dan guru datang ke sekolah tinggal menempelkan kartunya yang dinamakan kartu RF ID Radio Frekuensi Identifikasi dan ini dimiliki semua guru dan siswa yang digunakan untuk absen.

Ketiga, fitur digilib merupakan akronim dari Digital Library fitur ini digunakan untuk proses pencatatan peminjaman buku dan buku kunjungan ke perpustakaan. Jadi kalau siswa melakukan peminjaman buku maka petugas perpustakaan tinggal melihat judul-judul buku yang ada di data base kemudian setelah itu siswa menempelkan kartu maka secara otomatis tercatat bahwa siswa meminjam buku.

"Ini kalaupun dia tidak mengembalikan selama tiga hari setelah penetapan berarti harus dikembalikan buku itu maka akan masuk notifikasi di siswa itu denda Rp 3000, sehingga angka kehilangan buku itu sudah sangat minim sekali," ujarnya.

Keempat, fitur e-Tatib yakni fitur tatatertib digital. Fitur ini menjelaskan tentang perlanggaran-perlanggaran dilakukan siswa seperti ketika siswa terlambat datang ke sekolah maka diberi poin 3 pelanggaran, tidak hadir ke sekolah diberi poin 5 pelanggaran dan merokok maka diberi poin 20 pelanggaran. Nah poin-poin itu sudah ada dalam data base.

"Demikian juga ketika tidak melakukan absen pagi dan siang maka dia terbaca tidak hadir pada hari itu maka poinya 5. Tapi kalau pelanggaran lain seperti kasih keluar baju dan sebagainya maka anak tersebut dipanggil dulu kemudian dipilihkan jenis pelanggaran di web tersebut setelah itu siswa diarahkan menempelkan kartunya maka secara otomatis pelanggaran ini tercatat dilakukan anak ini," jelasnya.

Kemudian fitur kelima, adalah jurnal kelas ini fitur jurnal kelas untuk mendokumentasikan pelaksanaan pembelajaran didalam kelas kalau dulu jurnal kelas diisi Ketua kelas tercatat bahwa guru ini mengajar lalu pokok pembahasan ini diajarkan dan lain sebagainya.

"Tetapi oleh saya, saya rubah menjadi yang memiliki akses untuk mencatat jurnal itu akunya ketua kelas jadi begitu guru masuk mengajar, ketua kelas membuka akunnya sendiri mengisi jurnal kelas bahwa hari ini jam kedua misalnya saja guru PKN masuk mengajar setelah itu bab diajarkan ini setelah itu dia foto guru tersebut sebagai bukti kehadiran guru di kelas. Jadi kalau buku saja dititip dalam kelas untuk dibacakan ketua kelas maka buku yang difoto, jadi dengan ini kemudian biar saya berada dimana saja tetap saya bisa pantau kehadiran guru didalam kelas," jelasnya.