Berita Terkini
Nasional

Lestarikan Cita Rasa Nusantara, Siswa Kelas 6 SD Negeri Lamanggau Sulap Hasil Laut Jadi Hidangan Kelas Dunia

Oleh Suparman · Minggu, 7 Desember 2025 02:59 WIB · 3 menit baca
Lestarikan Cita Rasa Nusantara, Siswa Kelas 6 SD Negeri Lamanggau Sulap Hasil Laut Jadi Hidangan Kelas Dunia

PUBLIKSATU, TOMIA – Suasana di SD Negeri Lamanggau kec.Tomia, Kab. Wakatobi tampak berbeda dari biasanya. Aroma harum masakan khas laut menyeruak memenuhi halaman sekolah, menandakan adanya kegiatan istimewa yang sedang berlangsung.

Demi mengembangkan potensi seni dan keterampilan peserta didik, siswa kelas 6 SD Negeri Lamanggau menggelar kegiatan praktik keterampilan memasak dan mengolah makanan tradisional pada sabtu (06/12/2025).

Kegiatan yang berfokus pada pengolahan hasil laut, ini merupakan inisiatif kreatif dari Wali Kelas 6, Jon Edek. Acara ini dirancang sebagai bagian dari implementasi mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Tujuannya tidak hanya sekadar memasak, tetapi juga melatih siswa untuk mengemas hasil laut menjadi sajian yang menarik dan bernilai estetika tinggi.

Sebelum kegiatan ini terlaksana, pihak sekolah telah membangun komunikasi yang intensif dengan para wali murid. Kolaborasi ini menjadi kunci suksesnya acara.

"Demi mengetahui kemampuan keterampilan peserta didik, maka kami dengan orang tua siswa bersepakat mengadakan lomba Tataboga ini," ujar Jon Edek menjelaskan latar belakang kegiatan tersebut.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Mereka tidak hanya bekerja secara individu, tetapi kegiatan ini justru menumbuhkan kolaborasi yang sangat apik antar sesama siswa. Mereka berbagi tugas, mulai dari membersihkan bahan, meracik bumbu, hingga menata hidangan di atas piring saji dengan penuh semangat.

Menu yang disajikan dalam kegiatan ini sangat beragam dan kental dengan nuansa tradisional Wakatobi. Para siswa dengan teliti mengolah berbagai hasil laut segar seperti siput laut, anggur laut, kerang laut, hingga cumi goreng. Ketelitian mereka dalam mengolah bahan mentah menjadi hidangan matang patut diacungi jempol.

Salah satu primadona dalam sajian tersebut adalah Gohu atau yang dikenal sebagai perangi (sashimi ala lokal) serta ikan bakar segar. Tak ketinggalan, makanan pokok khas daerah seperti Kasoami (olahan ubi), jagung tumbu, dan ubi rebus turut melengkapi meja saji, menjadikan hidangan tersebut paket lengkap gizi dan budaya.

Keterampilan siswa dalam menyajikan makanan juga menjadi sorotan. Olahan makanan laut tradisional yang biasanya tampil sederhana, kali ini dikemas sedemikian rupa dengan sangat rapi dan teliti. Hal ini membuktikan bahwa siswa SD Negeri Lamanggau memiliki jiwa seni yang tinggi dalam dunia kuliner.

Salah satu siswa peserta lomba, Sadril, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan ini.

"Seru sekali, Kami jadi tahu cara mengolah kerang dan siput biar enak. Rasanya bangga bisa masak makanan daerah sendiri sama teman-teman, apalagi pas makanannya sudah ditata rapi," ungkapnya dengan wajah berseri-seri.

Melihat hasil karya anak didiknya, Jon Edek tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Ia terkesum dengan kreativitas yang ditunjukkan oleh para siswa.

"Luar biasa sekali hasil kreasi siswa, dan saya berharap keterampilan ini bisa dapat dikembangkan sehingga dapat diperkenalkan sampai di mancanegara, luar biasa," ungkap Jon Edek penuh harap.

Kegiatan lomba Tataboga ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Lebih dari itu, SD Negeri Lamanggau berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menanamkan kecintaan siswa terhadap kearifan lokal, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup yang berguna di masa depan (p7).