Berita Terkini
Nasional

SDN Tomba Deklarasi Anti Bullying, Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Gelar Sosialisasi Anti-Bullying

Oleh Suari · Minggu, 15 Februari 2026 03:52 WIB · 2 menit baca
SDN Tomba Deklarasi Anti Bullying, Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Gelar Sosialisasi Anti-Bullying
Wujudkan Sekolah Ramah Anak, SD Negeri Tomba Gelar Sosialisasi Anti-Bullying. (Foto Suari)

PUBLIKSATU, BAUBAU– Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik, SD Negeri Tomba menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukatif mengenai bahaya perundungan (bullying). Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat pada Sabtu (14/02).

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Camat Kokalukuna, perwakilan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, serta Kapolsek Kokalukuna. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen serius lintas sektor dalam menjaga keamanan anak di lingkungan sekolah.

Kepala SD Negeri Tomba Arsiah Abidin, S.Pd.SD menyatakan acara ini semata-mata untuk memgajarkan kepada anak agar tidak melakukan bullying, kekerasan, terhadap sesama teman, mereka harus selalu rukun, tenang, dan damai selama berada di lingkungan sekolah.

"Mereka harus selalu senang, guru tenang, sekolah nyaman, agar orang tua bahagia, ya seperti yang kami lakukan hari ini,"ucap Arsiah Abidin.

Ketua Komite SDN Tomba La Ode Muhamad Asdar sambutan bahwa perundungan bukan hanya sekadar kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong. Bentuk perundungan yang sering tidak disadari justru berasal dari kata-kata, julukan (panggilan buruk), hingga candaan yang membuat orang lain merasa rendah diri dan tertekan.

"Perasaan sedih itu wajar, perasaan takut itu manusiawi. Kalian tidak sendirian. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, tempat belajar dengan tenang tanpa takut ditertawakan," Kata La Ode Muhamad Asdar.

Pihak sekolah juga memberikan panduan praktis bagi siswa yang melihat temannya diejek, murid-murid diajak untuk tidak perlu menjadi "pahlawan besar", melainkan cukup melakukan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar.

"Tidak ikut menertawakan teman yang sedang dirundung, mengajak duduk bersama untuk memberi dukungan moral, berani melapor kepada guru agar segera ditindaklanjuti, serta memiliki Komitmen Bersama,"tamhanya.

Saya mengajak agar seluruh keluarga besar SD Negeri Tomba untuk belajar menjaga hati teman melalui pemilihan kata-kata yang baik. Hal ini didasari kesadaran bahwa satu kata buruk bisa melukai, namun satu kata baik bisa menguatkan mental seseorang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan SD Negeri Tomba dan sekolah-sekolah lain di wilayah Kokalukuna dapat menjadi tempat di mana setiap anak merasa aman, diterima, dan berharga,"tutupnya (p3)