Berita Terkini
Nasional

Pemkab Mubar Dorong Pejabat Eselon III Ikut Asesment

Oleh La Gola · Rabu, 1 April 2026 01:58 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pemkab Mubar Dorong Pejabat Eselon III Ikut Asesment
Wakil Bupati Mubar, Drs. Ali Basa, M.Si (foto: La Gola)

PUBLIKSATU, LAWORO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) membukakan ruang bagi pejabat administrator atau pejabat eselon III untuk mengikuti tahapan pelaksanaan penjenjangan karir dilingkup Pemkab Mubar.

Saat ini Pemkab Mubar melalui BKPSDM melaksanakan asesment pejabat dengan melibatkan salah satu pihak penguruan tinggi di Kota Kendari sebagai asesor. Kurang lebih 30 orang mengikuti tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Wakil Bupati Mubar, Ali Basa mengatakan pelaksanaan asesment akan berlangsung selama beberapa hari. Para aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti kegiatan tersebut sudah mulai mengikuti tahapan kegiatan.

"Kondisi pemerintahan kita terpantau sepi karena beberapa pejabat eselon III masih mengikuti asesmet di Kendari. Tentunya kegiatan ini bagian dari peningkatan mutu sumber daya ASN sebagai bagian dari pelayan publik,"ungkapnya.

Bukan hanya pejabat eselon III yang mengikuti asesment. Beberapa pejabat dari eselon II juga tengah mengikuti lelang jabatan perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Mubar, yang saat ini masih kosong.

"Tersisa lima orang pejabat eselon II yang mengikuti seleksi pengangkatan calon Sekda. Informasinya hari ini (Senin,red) mereka menjalani psikotes. Sudah ada lembaga independent yang ditunjuk untuk melaksanakan psikotes,"ujarnya.

Mantan Kadis Sosial Mubar itu mengakui bahwa kondisi jabatan pemerintahan Mubar saat ini masih banyak yang kosong. Sebab, pejabat sebelumnya sudah memasuki masa purna bakti atau pensiun. Makanya perlu pembinaan ASN yang sudah memenuhi syarat sebagai persiapan menjadi pejabat publik.

"Semua pejabat administrator mempunyai kesempatan sama untuk mengisi jabatan eselon II yang kosong, setelah mengikuti asesment ini,"ucap, Ali Basa saat ditemui diruang kerjanya.

Ia menjelaskan, pada dasarnya asesment pegawai bukan hanya sekedar ajang untuk mencari calon pejabat daerah dalam hal pemetaan jenjang karir lebih tinggi. Namun, upaya pembinaan manajerial dan sosial kultural ASN sebagai bagian dari pelayan masyarakat dan negara.

"Jadi asesmen yang kita lakukan ini didesain untuk memastikan bahwa para pejabat memiliki pemahaman mendalam tentang tugas dan tanggung jawab, serta mampu menghadapi perubahan yang dinamis sebagai pelayan publik. Ini adalah langkah signifikan dalam menciptakan inovasi dan kemajuan daerah,"terangnya.(Gola)

Bagikan