Berita Terkini
Baubau

Pertama di Indonesia, Polwan Baubau Taklukan Laut Antar Pulau

Oleh Redaksi Publiksatu / Heri · Sabtu, 1 September 2018 23:30 WIB · 2 menit baca
Pertama di Indonesia, Polwan Baubau Taklukan Laut Antar Pulau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Unik dan untuk pertama kalinya di Indonesia, Polisi Wanita (Polwan) berenang sejauh 7,5 kilometer menaklukkan selat antar pulau.

Hal ini mampu dilakukan 12 Polwan Baubau dalam rangka memperingati hari jadi Polisi Wanita Indonesia ke-70. Para srikandi Polres Baubau itu berenang menaklukkan selat Kadatua, yang terkenal dengan arus laut yang sangat kuat, Sabtu (1/9/2018).

-

Kapolres Baubau didampingi Kapolres Buton, Plt Bupati Busel dan sejumlah pejabat lainnya, berfoto bersama 12 Polwan penakluk selat Kadatua

Star renang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita dari Pulau Kadatua dilepas langsung oleh Plt Bupati Busel La Ode Arusani, menuju Pulau Buton yang berjarak kurang lebih 5,5 mil atau setara kurang lebih 7,5 kilometer bila dihitung dengan ukuran darat.

Mendekati pukul 10.00 Wita pagi, srikandi Polres Baubau berhasil satu per satu tiba difinis yang berada di Pelabuhan Senapati Topa, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, yang disambut langsung oleh Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam SIK MPA, didampingi Plt Bupati Busel, dan pejabat perwakilan dari Polda Sulawesi Tenggara.

Saat menyambut para srikandi yang telah berhasil menaklukkan selat Kadatua, Kapolres Baubau meneteskan air mata melihat keberhasilan anggotanya yang berhasil mencapai finis, sekaligus pihaknya merasa bangga bahwa untuk pertama kalinya Polwan di institusi yang dipimpinnya mampu berenang melintasi antar pulau.

Dalam sambutannya, AKBP Daniel mengatakan, tak mudah untuk memilih orang-orang yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan penaklukkan selat Kadatua, butuh waktu kurang lebih tiga minggu jajaran menyeleksi sebanyak 35 Polwan hingga akhirnya mengerucut menjadi 12 Polwan, yang kemudian dilatih secara intensif untuk bisa melaksanakan penyebrangan di selat Kadatua.

AKBP Daniel mengungkapkan, untuk dapat terlibat dalam aksi penaklukan selat Kadatua tidaklah mudah, mulai dari proses perekrutan, seleksi, dan sampai ke tahap pelatihan.

"Saya setiap hari menunggui mereka pada saat proses seleksi, pada saat proses mereka latihan, dan saya melihat mereka bagaimana perjuangan mereka untuk mempersiapkan ini. Ada yang pingsan, ada yang sampai muntah, ada yang kakinya robek tergores karang, tetapi itu tidak menyulutkan semangat mereka untuk tetap mempersiapkan kegiatan ini," kata AKBP Daniel, saat menceritakan dibalik keberhasilan personilnya. (mo2)