Berita Terkini
Baubau

Hijrah Momentum Penerapan Islam Kaffah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 12 September 2018 13:46 WIB · 2 menit baca
Hijrah Momentum Penerapan Islam Kaffah
Orator seris menyampaikan pentingnya tahun baru Islam kepada masyarakat Kota Baubau di Tugu Kirap, Senin (10/9).

PUBLIKSATU, BAUBAU - Komunitas Pencinta Islam (Kunci) menyambut dengan suka ria datangnya tahun baru Islam 1440 H. Merekah dengan menggelar aksi damai di Tugu Kirab, Senin (10/9).

Aksi yang rencananya konvoi itu dimulai pukul 16.18 Wita. Diikuti ratusan aktivis Kunci dan masyarakat Kota Baubau. Massa membawa sejumlah perlengkapan diantaranya spanduk betuliskan Tahun Baru Islam, Menuju Islam Kaffah.

Koordinator aksi, Mujudin, saat ditemui di tempat kegiatan mengungkapkan, salah satu peristiwa paling penting yang terjadi di Bulan Muharram adalah peristiwa hijrahnya Rasulullah untuk menerima kekuasan di Madinah.

"Lambang kemenangan Rasulullah adalah berkibarnya bendera dan panji Rasulullah, yakni Al-Liwa dan Ar-Raya yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Untuk itulah dalam momentum ini kami melakukan pawai Muharram 1440 H bersama umat untuk mengenalkan lambang persatuan umat dan simbol kemenangan dakwah Rasululullah," ujar Mujudin.

Ia mengutip perkataan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Tabarani "Royanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bewarna hitam, dan liwanya bewarna putih, yang tertulis di dalamnya, Laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah”.

"Inilah bendera agung Rasulullah, kecintaan Rasulullah, identitas Rasulullah, yang tidak pernah beliau berikan, kecuali kepada orang mulia diantara insan mulia yang tak diragukan kemuliaannya, maka muliakanlah ia, sebab ia satu-satunya bendera, yang kelak akan menaungi umat Rasulullah, disaat tidak ada syafa'at kecuali dari beliau," jelasnya.

Menurutnya, generasi saat ini perlu menjaganya sebagaimana dijaga oleh para sahabat generasi paling mulia, generasi yang rela mati demi kehormatan bendera ini (Tauhid, red).

Dikisahkan, di masa Rasulullah, para sahabatnya ada yang rela lengannya putus, pahanya putus, dadanya tertembus, asal panji Islam tidak tergeletak di atas tanah. Sebab, diatasnya tertulis kalimat tauhid.

"Maka melalui momentum tahun baru Hijriyah 1440, kami menyerukan kepada semua umat untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan jangan berpecah belah," himbaunya.

Dia menyerukan pada umat Muslim untuk memuliakan bendera dan panji Rasulullah, karena itu merupakan bagian dari ajaran Islam dan simbol kemuliaan Rasulullah.

"Bersama-sama melakukan amal ma’ruf nahi munkar, karena itu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Memurnikan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah” sebagai pondasi kehidupan seorang muslim dan mengajak segenap umat Islam untuk menjalankan Alquran dan Assunnah (Syari’at Islam) secara totalitas dalam naungan Khilafah Islamiyah," urainya.

Pantauan koran ini, pengamanan yang dipimpin langsung Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam itu berhasil mengamankan sekelompok masyarakat yang ingin menganggu jalannya konvoi tersebut.

Personel dengan senjata lengkap diterjunkan untuk mengamankan lokasi konvoi.

Kemudian, Kapolres Baubau mengambil alih kegiatan dan menghimbau peserta konvoi untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib usai melakukan kegiatan. (p1)