GMPK Kembali Demo, Desak Polisi Tahan Rektor UMB
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sejumlah aktivis yang terbagung dalam Gerakan Mahasiswa Pemikir Kiri (GMPK), kembali menggelar aksi, kemarin. Mereka mendesak Polres Baubau untuk segera menahan Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) Drs Suriadi MM.
Aksi tersebut merupakan kelanjutan aksi sebelumnya. Suriadi diduga telah melakukan penggelapan anggaran dengan modus umrah. Sejauh itu rektor UMB itu telah ditetapkan sebagai tersangkah, namun belum dilakukan penahanan.
Atas dasar inilah mahasiswa kembali menyambangi Polres Baubau dan mendesak kepolisan agar segera melakukan penahanan. Apabila selama 24 jam tidak diindahkan maka akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai dilakukan penahanan.
"Sebelumnya sudah dikeluarkan surat sebagai tersangka, namun tidak ada tindakan dari Polres Baubau," ungkap salah satu orator di depan Polres Baubau, kemarin.
Setelah puas berorasi di depan Polres Baubau, mahasiswa dipersilahkan masuk dan berdialog dengan sejumlah anggota Polres Baubau. Dalam diskusi itu, massa aksi mempertanyakan tindakan kepolian mengapa sudah dua tahun rektor UMB tidak dilakukan penahanan.
"Kemarin status tersangka sekarang kami pertegas untuk dilakukan penahanan. Ini sudah meningkat. Ada beberapa media yang mengatakan bahwa status tersangka itu hoax, masa lembaga sebesar ini dikatakan hoax," tegas Fando.
Ada beberapa anggota kepolisian yang mencoba menanggapi pernyataan dari sejumlah mahasiswa itu. Saat ini Kasat Reskrim Polres Baubau masih di luar daerah dikarenakan ada kedukaan. Demikian pula dengan Kanit satu masih sementara berada di luar daerah.
"Kasat reskrim lagi kedukaan, karena disini prosesnya sementara berjalan saksi ahli masih dalam proses. Pak Busron masih memeriksa kasus ini," kata salah satu Intel Polres Baubau.
Amatan koran ini, aksi yang dilakukan aktivis GMPK dimulai di depan kampus UMB. Di depan kampus UMB sempat melakukan orasi menuntut agar Suriadi mundur dari rektor UMB. Pasalnya Suriadi sampai saat ini masih berstatus tersangka adat dugaan penggelapan dana kampus.
Aksi sejumlah mahasiswa itu mendapat perlawanan dari pihak rektorat UMB dan sejumlah mahasiswa. "Jangan provokasi kami dengan sesama mahasiswa," seru orator.
Antara pihak rektorat dana massa demonstran sempat bersitegang. Bahkan ada sejumlah pihak rektorat yang mendesak naik di atas mobil souns sistem demonstran namum berhasil diturunkan.
Aksi sempat membuat repot aparat kepolisian. Namun akhirnya pihak rektorat berhasil membuat demonstran meninggalkan kantor UMB. Massa aksi kemudian bergerak menuju Polres Baubau, namun sampainya di Polres Baubau para petinggi Polri sedang berada di luar daerah. (p2)