Majukan Wisata di Kepulauan Buton, Empat Daerah Bersinergi

PUBLIKSATU, BAUBAU -Proyek National Support for Local Investment Climates (NSLIC) / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) menggelar pelatihan pengembangan potensi pariwisata melalui pendekatan kerjasama antar daerah, di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Senin (17/9/2018).
Wa Ode Diah Fardilah Oba SE MA selaku Provincial Coordinator Project NSLIC/NSELRED mengatakan, pelatihan ini bertujuan agar pariwisata di Kepulauan Buton lebih maju.
Diah menambahkan, harapannya pariwisata di empat wilayah di Kepulauan Buton bisa berkembang dengan baik dengan saling bekerjasama. Karena, menurutnya, kalau jalan sendiri-sendiri dianggap kurang kuat.
"Gaungnya kurang kuat, sehingga berinisiatif membuat untuk bagaimana menggalang kerja sama, sehingga pengembangan pariwisata di daratan Buton dan wilayah Kesultanan Buton bisa lebih berkembang dengan baik," kata Wa Ode Diah Fardilah Oba, Senin (17/9/2018).
Empat daerah yang akan bekerjasama ini yakni Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton Selatan, dan Kabupaten Buton.
"Buton Tengah belum, karena ini adalah tahap awal, perkembangan selanjutnya tergantung dari komitmen Pemda," ungkapnya.
Kerjasama ini terjalin, kata dia, karena adanya keinginan Pemda untuk bekerjasama.
"Dan kalau sudah bekerjasama berarti sudah ada komitmen. Yang nanti akan diformalkan, sehingga diharapkan bisa launching di bulan Oktober," jelasnya.
Sementara itu, Benjamin Abdurahman selaku Ketua Lembaga Kerjasama Antar Daerah (Lekad) yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut mengatakan, dengan adanya kerjasama ini tidak ada lagi kedaerahan.
"Karena tema kita kerjasama antar daerah dan kewilayahan jadi kita tidak berpikir lagi kedaerahan, kita berpikirnya bagaimana mencapai kekuatan suatu daya saing secara kewilayahan. Jadi tidak sendiri-sendiri tetapi bersinergi satu sama lain," kata Benjamin Abdurahman.
Lanjut Benjamin, sehingga setiap program-program yang ada itu sinergis dan membangun suatu kekuatan kewilayahan.
"Intinya kalau potensi saja sendiri-sendiri akan sulit untuk mencapai kekuatan daya saing, tetapi kalau potensi digabung menjadi suatu kekuatan kewilayahan, maka tercipta daya saing," ungkapnya.
"Yang kita tuju adalah daya saing, untuk itu perlu kerjasama antar daerah," terangnya. (mo2)