Berita Terkini
Buton

Pemda Buton Bakal Bangun Pelabuhan Wisata Setara Singapura

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 19 September 2018 00:33 WIB · 2 menit baca
Pemda Buton Bakal Bangun Pelabuhan Wisata Setara Singapura
Kadis Pariwisata Buton, Zainudin Napa (kiri) dan Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, La Ode Zainal Abidin

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Buton bakal membangun pelabuhan wisata di Teluk Pasarwajo, Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo di tahun yang akan datang.

Pelabuhan ini nantinya dibuat megah, setara pelabuhan Marina yang ada di Singapura. Pasalnya pelabuhan ini sebagai tempat persinggahan kapal yacht dan kapal turis lainnya. Hal ini diungkapkan Bupati Buton, La Bakry.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Abdul Zainuddin Napa menjelaskan gagasan pelabuhan wisata ini bermula pada perhelatan Festival Pesona Budaya Tua Buton 2018.

Zainudin menjelaskan seiring berkembangnya festival tahunan itu, jumlah wisatawan terus meningkat. Sebagai contoh saat festival tahun ini. Tercatat lebih 30 kapal Yacht dari berbagai negara berlabuh di Teluk Pasarwajo untuk menyaksikan Festival Pesona Budaya Tua Buton.

Zainudin menjelaskan, meski Festival Pesona Budaya Tua Buton ini belum dimasukan di kalender Kemenpar oleh Provinsi Sultra, tetapi kegiatan Budaya Tua Buton ini telah diakui oleh wisatawan mancanegara dan dunia.

"Mereka memasukkan kegiatan itu di media internasional dan testimoni secara tertulis maupun melalui audio. Mereka juga mengaku merasa nyaman dan melihat keindahan teluk Pasarwajo yang cukup indah menurut mereka dan cukup aman untuk berlabuh kapal," kata Zainuddin Napa kepada Wartawan di ruang kerjanya, gedung B lantai 2, kompleks perkantoran takawa, Selasa 18 September 2018.

Zainudin menjelaskan berbekal dari pengalaman festival ini, Pemda Buton melalui Dinas Pariwisata menggagas pencanangan pembangunan pelabuhan wisata. Untuk pembangunannya membutuhkan lahan seluas 10 hektar dan menghabiskan anggaran Rp 20 miliar bersumber dari APBN.

Selain itu, Zainuddin mengaku ajuan konsep desain pelabuhan wisata ini sudah diterima Kemenpar dan Bappenas RI. Kendati demikian rencana pembangunan pelabuhan ini sementara dibahas oleh pihak DPRD.

"Kamis sudah persiapkan lahannya. Lahan yang disiapkan oleh hibah masyarakat kurang lebih 4 hektar. Tapi itu belum cukup untuk pembangunan jalan masuk, pintu masuk, tempat parkir, pompa bensin untuk melayani kapal yacht, bengkel, maupun depot air bersih, tempat istirahat. Sekitar kurang lebih 10 hektar lahan yang harus disiapkan," katanya.(Po1)