Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, La Bakry Gencar Beri Bantuan Stimulan

PUBLIKSATU, BUTON-Pemerintah Kabupaten Buton dibawah kepemimpinan La Bakry gencar memberikan bantun stimulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Seperti hal yang dilakukan sebelumnya, orang nomor satu di jajaran pemerintah daerah penghasil aspal itu telah menyalurkan sejumlah bantuan. Sebut saja, 50 unit mesin jahit listrik (MJL) dan 20 alat tenun bukan listrik (ATBL) untuk kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Kecamatan Pasarwajo dan Wabula.
Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis di gedung Wakaka, Kacamatan Pasarwajo, Sabtu (28/12/2019).
Terbaru, politisi golkar itu kembali memberikan bantuan berupa sarana penangkapan ikan yakni armada Tuna Hand Line 3 Gt sebanyak lima unit, 19 unit Ketinting dan alat tangkap pancing ikan sejumlah 195 paket.
Bentuk penyaluran di lakukan secara simbolis di Pantai Lapiringi, Desa Wolowa, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Senin (30/12/2019).
Ditempat yang sama, secara simbolis Bupati juga sekaligus memberikan bantuan seragam dan batik untuk 5731 palajar PAUD, SD dan SMP se- Kabupaten Buton.
Dalam kesempat ini, Bupati menjelaskan bantuan stimulan ini sengajah diberikan untuk masyarakat yang tergabung bersama koperasi nelayan. Ia mengaku, hal itu sudah merupakan agenda dan program pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan produktifitas masyarakat untuk kepentingan kesejahteraan nelayan.
Kata dia, Ini juga sejalan dengan program pemerintah dimana akan di bangun sentra kelautan, perikanan terpadu di Kabupaten Buton yang dipusatkan di Kecamatan Lasalimu, Kelurahan Kamaru.
Wujud dari upaya ini, La Bakry bilang, Gubernur, Ali Mazi sebelumnya telah memenuhi undangan University Rhode Island (URI) Amerika Serikat untuk menjalin kerja sama di Bidang Pengelolaan dan Penelitian Sumber Daya Alam Bidang Perikanan dan Pertambangan.
"Dan insyaallah suda di rencanakan beberapa waktu yang lalu bapak gubernur suda pergi ke amerika, saya juga mestinya ikut," ujar dia dalam sambutannya.
Di Kamaru, pemerintah telah menyediakan lahan seluas 100 hektar. Ditambah lagi dengan lahan transmigrasi 500 hektar yang diperuntukan untuk pembangunan pembangunan sentra kelautan perikanan terpadu tersebut. Menurut Bupati, hanya ada dua sentra semacam itu, yakni Sulawesi Utara di Kota Bitung dan Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton.
"Saya suda dapat bocorannya, di Sulawesi ini hanya dua, Bitung dan Buton. BB, Bitung, Buton. Mohon do'anya mudah-mudahan ini teriaslisasi," ujarnya.
Bupati punya obsesi, di Kabupaten Buton akan di bangun Armada Semut. "Kenapa? Di Jakarta pun saya katakan begitu karena, kalau armada semut, kecil-kecil begini. Setiap individu nelayan di Kabupaten Buton bisa aktif," ujarnya
"Kalau kapal besar sangat terbatas. Kita butuh waktu untuk mendidik para nelayan kita untuk bisa menjadi awak kapal besar. Tapi secarah bertahap, seiring dengan di bangunnya insyaallah politeknik perikanan. Kita lagi berjuang di Kementrian Kelautan Perikanan, baru kita akan mencetak SDM perikanan yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi perikanan," imbuhnya.
Meski begitu, kata dia nelayan tak boleh lengah, sembari memanfaatkan teknologi sederhana untuk prioritas utama, juga menunggu kesiapan SDM nelayan di Kabupaten Buton.
"Sekarang dengan teknologi sederhana membangun alat tangkap, sarana tangkap yang hanya satu sampai dua ton saja untuk bisa dipake menangkap tuna dan yang lain itu untuk prioritas utama sabil menunggu kesiapan SDM kita untuk jangka menengah satu sampai lima tahun sebelum kita siap dengan sumber daya perikanan yang mumpuni untuk mengawaki kapal-kapal canggih seperti yang ditangkap-tangkap ibu susi kemarin itu kita butuh waktu," ujarnya.
"Untuk sekarang armada semut mulai kita gelontorkan ketengah-tengah masyarakat. Saya berharap paling tidak ada seribu kapal. Ketinting model gini. kalau 20 persen sakit dan berhalangan. 80 persen yang kelaut berarti kurang lebih 800 armada yang setiap hari keluar dari desa-desa mencari ikan. Lalu pulang timbang ikan. Isi minyak besok pagi keluar lagi dan seterusnya dan sehingga kita berharap para nelayan kita tetap produktif meskipun dengan keterbatasan yang kita miliki," sembungnya.
Terlepas dari itu, untuk bantuan seragam sekolah, ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan program lama yang terus lanjutkan.
Ia berharap, kedepannya jika APBD dan PAD Kabupaten Buton meningkat, bantuan semacam itu akan terus ditingkatkan.
"Sehingga orang tua benar-benar ringan bebannya untuk mengejar pendidikan dasar selama sembilan tahun dari SD, SMP, SMA. Anak-anak kita tidak lagi putus sekolah ditengah jalan karena kekurangan biaya untuk mensuport anak-anak kita. Pemerintah daerah akan terus berupaya untuk memberi stimulan," ujarnya
"Tapi tidak berarti bahwa orang tua tidak berperan lagi. Tetap ada. Hanya pemerintah daerah meringankan ke kita pertama kali masuk sekolah untuk bantuan kepada anak-anak," sambungnya.(Cro2)