Polres Baubau Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Polres Baubau gelar simulasi pengamanan Pemilu 2019 bersama TNI, yang dihelat di pelataran Pantai Kamali, Rabu (19/9/2018).
Dalam kegiatan tersebut, disimulasikan terjadinya demonstrasi berujung ricuh. Aksi kelincahan personil Polres Baubau dengan membawa kendaraan roda empat dan aksi Polwan membawa kendaraan roda dua dipertontonkan saat melumpuhkan para perusuh.
Amatan publiksatu.co, kegiatan simulasi tersebut disaksikan langsung partai politik peserta Pemilu 2019, ketua dan anggota KPU Kota Baubau, Ketua Bawaslu Kota Baubau, pejabat teras pemerintah Kota Baubau, termasuk Bupati Buton Tengah.
"Kita mensimulasikan kesiapan yang dimiliki, kita TNI Polri didalam melaksanakan pengamanan dalam bentuk beberapa adegan yang kemungkinan terjadi pada saat kegiatan Pemilu," kata Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Muharam SIK MPA, usai kegiatan simulasi, Rabu(19/9/2018)
Kegiatan ini juga, kata dia, sekaligus menunjukan kepada masyarakat bahwa apabila ada yang akan berbuat kekacauan, langsung dilakukan tindakan tegas dengan ditembak ditempat.
"Sesuai dengan Protap (Prosedur Tetap) yang ada, tentunya nanti kita akan melihat tingkatan atau derajat dari potensi kerawanan yang muncul, apabila itu sudah masuk dalam tingkat kerawanan yang memang kita harus melaksanakan tindakan tegas, terukur termasuk tembak ditempat terhadap para perusuh. Kita akan lakukan seperti yang tadi disimulasikan pada pelaksanaan simulasi," tegas AKBP Daniel.
Simulasi yang dilaksanakan merupakan simulasi pada tahapan Pemilu yang diprediksi akan muncul.
"Yang pertama tadi, adanya gangguan pada saat pelaksanaan masa kampanye," terang AKBP Daniel.
Kemudian, lanjut Daniel, yang kedua terkait pengamanan saat adanya gangguan pada pencoblosan di TPS. Yang ketiga, yang lebih meningkat lagi yakni sanitasi perencanaan penculikan atau aksi teror terhadap para calon legislatif, atau para komisioner dari KPU ataupun Bawaslu.
"Dan yang terakhir ada juga simulasi penanganan unjuk rasa dari yang biasa hingga yang sampai anarkis. Tentunya tadi kita sisipkan juga simulasi penanganan apabila ada tindak pidana dari sekelompok orang melalui perairan Kota Baubau dengan tujuan ingin mengacaukan Pemilu," terangnya. (mo2)