Berita Terkini
Buton

Satu Anak di Buton Terindikasi Terserang Rubella

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 21 September 2018 01:42 WIB · 2 menit baca
Satu Anak di Buton Terindikasi Terserang Rubella
SH bersama orang tuanya

PUBLIKSATU, BUTON -

Seorang anak usia lima bulan, SH (inisial) warga Desa Mega Bahari, Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara terindikasi terserang Rubella.

Anak ketiga dari pasangan Hasim (37) dan Siti Juaria harus menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Lasalimu Selatan.

Dokter Umum Puskesmas Lasalimu Selatan, Yafizham Wahab Nasution menceritakan awalnya, ibu korban, mengeluhkan kondisi anaknya. Ada titik putih ditengah mata anak tersebut. Usai dilakukan pemeriksaan, SH divonis katarak congenital.

"Setelah saya lakukan pemeriksaan itu adalah katarak congenital," ujarnya saat ditemui di Puskesmas, Kamis 20 September 2018.

Menurut Yafizham, katarak congenital disebabkan virus rubella. Selain katarak, penyebab rubella lainnya berpotensi menyebar menyerang jantung, lambatnya pertumbuhan anak dan tuli.

"Katarak congenital itu paling banyak disebabkan oleh infeksi virus rubella. Penyebab rubella yang lain itu bisa menyebabkan kelainan pada jantung kemudian juga bisa menyebakan terlambatnya pertumbuhan anak ini, selanjutnya bisa menyebabkan tuli," sebutnya.

Nah, aelain katarak, SH juga mengalami kelainan jantung.

"Setelah saya melakukan pemeriksaan di Puskesmas. Saya mendapatkan juga suara jantungnya agak mengalami kelainan," ujarnya.

Yafizham menjelaskan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan jantung yang optimal, harus memerlukan fasilitas yang memadai.

"Tapi untuk memeriksakan kelainan jantung ada atau tidaknya itu adalah harus memerlukan alat fasilitas yang lebih lengkap echo. Dia harus di echo (Echocardiografy) jantungnya untuk pemeriksaan jantungnya tidak bisa untuk pemeriksaan EKG," ujarnya.

Dari itu, kata Yafizham pihaknya menyarankan keluarga korban untuk di rujuk di rumah sakit dengan fasilitas memadai seperti rumah sakit tipe A.

Yafizham menjelaskan selain katarak dan jantung. SH juga mengalami gizi buruk dan ganguan pendengaran.

Yafizham menjelaskan sumber virus rubella terhadap SH tersebut belum bisa diprediksi. Pasalnya, sejauh ini belum dilakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban. Kendati demikian, kata Yafizham virus ini bisa bersumber dari wilayah lain. Terlebih proses penyebaran virus rubella bisa lewat udara.

Dicontohkannya, jika udara yang mengandung virus dihirup wanita. Maka wanita tersebut terserang virus rubella dengan gejala sebatas demam. Namun saat wanita tersebut menjadi seorang ibu dan melahirkan anak. Maka anak dari ibu tersebut bakal terserang penyakit rubella.

"Proses penyebaran virus itu bisa dari udara dihirup oleh ibu hamil kemudian ibu hamilnya yang menularkan ke anaknya. Yang menyebabkan anak ini lahir dengan kecacatan bawaan. Jadi kalau kita umpanya orang dewasa ini virusnya paling hanya demam-demam biasa saja atau ibu hamil hanya demam biasa saja, tapi begitu dia melahirkan anaknya yang jadi masalah," tutupnya.(Po1)