Berita Terkini
Buton

Tak Punya Biaya Obati Anak, Seorang Ayah Menangis Harapkan Bantuan Pemerintah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 21 September 2018 05:40 WIB · 2 menit baca
Tak Punya Biaya Obati Anak, Seorang Ayah Menangis Harapkan Bantuan Pemerintah
SH bersama orang tuanya

PUBLIKSATU, BUTON - Hasim (37) warga Desa Mega Bahari, Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton tampak sedih usai mengetahui anaknya, SH (inisial) yang baru berusia lima bulan terindikasi virus rubella.

Dibenaknya, SH harus tumbuh normal layaknya anak lainnya. Namun apa daya harapan itu seakan pupus. Tidak lain keterbatasan ekonomi kendalanya.

Ayah tiga anak ini pekerja serabutan. Ia dihadapkan dengan biaya yang begitu tinggi karena harus membawa anak kesayangannya itu ke rumah sakit yang lebih memadai.

Menurut Hasim, ini berat. Terlebih, informasi biaya perawatan bisa mencapai Rp 100 juta. Olehnya itu, ia mengharapkan uluran tangan pihak lain untuk kesembuhan sang buah hati.

"Mengingat kehidupan ekonomi keluarga juga saya pas-pasan. Pekerjaan saya hanya nelayan musiman. Kemudian buru kuli bangunan. Kemudian apa yang bisa saya harapkan dari kedua mata pencaharian itu. Tetapi demi kesembuhan anak saya SH saya meminta uluran tangan kasih sayang. Baik pemerintah daerah ataupun dari dinas terkait agar dapat membantu meringankan beban penderitaan saya," harap Hasim sembari meneteskan air mata saat ditemui wartawan di Puskesmas Lasalimu Selatan, Kamis 20 September 2018.

Ayah tiga anak ini bercerita, mulanya di usia dua bulan, SH terkena bintik putih di lensa mata sebelah kiri. Menjelang empat bulan SH mengalami gejala demam dan diperiksakan ke Puskesmas. Kembali ke rumah, benjolan yang sama muncul di mata kanan. Tak disangka benjolan putih tersebut katarak congenital.

"Mata tidak bisa melihat itu dari usia dua bulan itu kena sebelah kiri. Kemudian pada usia empat bulan kena demam setelah di bawa ke Puskesmas kemudian setelah kembali ke ruma mata kanannya juga suda kabur," ujar Hasim saat di temui wartawan di Puskesmas Lasalimu Selatan.

Lanjut Hasim, usai dilakukan pemeriksaan, pihak Puskesmas memberikan rujukan ke tempat lebih memadai.

"Setelah dokter Puskesmas Lasalimu Selatan dia periksa diberikan rujukan di rumah sakit Siloam Baubau. Kemudian setelah dokter spesialis mata Rumah Sakit Siloam mentes mata, kemudian kita disuruh untuk dirujuk di rumah sakit Makassar," ujarnya.(Po1)