Solar Langka, Distribusi Beras Bulog di Wilayah Kepton Terkendala

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pendistribusian bantuan sosial beras Bulog kepada masyarakat di tiga kabupaten dan satu kota di Kepulauan Buton terkendala akibat kelangkaan bahan bakar jenis solar.
Namun, kata Kepala Perum Bulog Sub Divre Baubau La Rahibun, untuk penyaluran beras di bulan September ini dimulai sejak awal bulan.
Sementara pendistribusian bantuan sosial beras Bulog untuk Kota Baubau tinggal dua kelurahan yakni Kelurahan Sukanayo dan Kelurahan Liwuto. Sedangkan, Kabupaten
Buton Selatan tinggal di kepulauan yakni, Batu Atas, Kadatua, dan Siompu. Untuk Kabupaten Buton sementara berlangsung.
"Kabupaten Buton tak ada masalah, karena tak ada penyebrangan di sana.
Jadi sementara berlangsung ini, karena kita tau bersama bahwa kendala kita ini adalah bahan bakar solar itu, satu hari tidak dapat itu mobil, sehingga terkendala dengan pengantaran beras," ungkap Rahibun, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (24/9/2018).
Rahibun mengatakan, begitu pula dengan Kabupaten Buton Tengah terkendala dengan langkanya pasokan bahan bakar solar.
"Sementara Buton Selatan lancar, kita sesuaikan dengan keadaan bahan bakar," terang Rahibun.
Selain langkanya bahan bakar jenis solar, hambatan lain yang dialami oleh Bulog khusunya pada wilayah kepulauan Buton Selatan terkendala dengan cuaca.
"Cuaca disana itu tidak bersahabat, apalagi yang kita bawa inikan tidak bisa terendam air. Kalau beras ini begitu kena air rusak, tidak bisa dikonsumsi, makanya kita cari waktu yang tepat baru kita distribusikan," ujar Rahibun.
Distribusi bantuan sosial beras dari pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah ini diperkirakan selesai pada akhir bulan September.
"Insya Allah September kita upayakan sampai akhir bulan ini," tutur Rahibun.(mo2)