Rujukan Online Lebih Hemat Kertas dan Waktu

PUBLIKSATU, BAUBAU - BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang diamanatkan untuk mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) selalu berupaya melahirkan inovasi-inovasi demi memudahkan peserta JKN-KIS memanfaatkan program tersebut.
Dinas Kesehatan sebagai salah satu stakeholder/mitra BPJS Kesehatan dalam menyediakan fasilitas kesehatan. Puskesmas yang di bawah naungan Dinas Kesehatan selain sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan juga sebagai gatekeeper tidak dapat menangani semua jenis penyakit yang diderita oleh peserta, sehingga perlu adanya pendelegasian penanganan penyakit secara berjenjang antar fasilitas kesehatan. Hal ini dikenal dengan sistem rujukan.
Sistem rujukan identik dengan hal administratif secara manual, namun sejak Agustus 2018 BPJS Kesehatan berinovasi dengan menerapkan sistem rujukan online. Sistem rujukan online ini, merupakan revolusi dari rujukan secara manual menjadi digitalisasi.
Hal ini tidak terlepas dari teknologi yang semakin berkembang menuju ke era digital. Konsep rujukan online adalah simplifikasi dan kemudahan administrasi tanpa mengesampingkan akurasi dan kualitas pelayanan kesehatan.
“Berkaitan dengan adanya rujukan online ini tentu sangat membantu sekali, ketika peserta selesai diperiksa kesehatannya dan perlu dirujuk, maka secara otomatis datanya terbaca di fasilitas kesehatan tujuan rujukan, dari sisi administratif kita tidak perlu lagi membutuhkan printer dan kertas untuk print out surat rujukan, sehingga lebih hemat kertas dan juga hemat waktu," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr Edy Natsir.
Kata Edy, melalui rujukan online pihak FKTP dan rumah sakit menjadi semakin terbantu. Hal ini disebabkan semakin mudahnya mengakses riwayat rujukan sehingga peserta lebih mudah mendapatkan kepastian dalam upaya pelayanan kesehatan. Kendatipun, lanjut Edy, sebanyak 17 puskesmas di Kota Baubau, masih sekitar 2-3 puskesmas yang belum menerapkan sistem rujukan online akibat belum tersedianya fasilitas internet.
"Tetapi beberapa minggu yang lalu kami telah mengadakan rapat dengan pihak puskesmas terkait hal tersebut. Hasil penyampaian dari pihak puskesmas bahwa mereka telah berdiskusi dengan salah satu provider penyedia jasa layanan internet murah, oleh karena itu dalam waktu dekat ini akan dilakukan uji coba layanan internet yang dimaksud,” beber Edy. (***)