19 Tahun Berdiri, Ponpes Al-Marhamah Masih Butuh Ruang Belajar dan Asrama

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pondok Pesantren Al-Marhamah, Kecamatan Sorawolio Kota Baubau, Sulawesi Tenggara sampai saat ini masih membutuhkan beberapa fasilitas yakni ruang belajar dan ruang asrama. Kebutuhan ruang tersebut tidak terlepas dari semangat belajar para santri untuk menimba ilmu pendidikan.
Pengasuh Ponpes Al-Marhamah, Syamsi Bin Laonda, mengatakan, sejak 19 tahun berdiri, tempat tersebut selalu mengalami peningkatan, baik dari sisi peserta didik maupun bangunan fisik didalamnya.
Bantuan untuk Ponpes yang berada di daerah pinggiran Negeri Khalifatul Khamis ini datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perorang atau kelompok hingga pemerintah daerah.
"Sekarang fasilitas yang masih kurang itu adalah ruang belajar dan ruang asrama," kata Syamsi Bin Laonda usai menerima bantuan sembako dari Surat Kabar Harian Buton Pos, Rabu (03/9/18).
Diketahui, luas lahan Ponpes Al-Marhamah sekitar 9 hektar dengan jumlah santri dalam Ponpes Almarhamah sebanyak 35 orang yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 19 perempuan. Sedangkan tenaga pengurus 10 orang dan tenaga pengajar sekitar 25 orang.
Para santri selain diajarkan ilmu sesuai status pendidikannya mulai dari tingkat SD sampai SMP, juga diperdalam dan diperkaya ilmu agama terutama bacaan Quran dan Hadits.
"Setiap selesai sholat, masing-masing gantian baca hadist," ucapnya.
Terbukti, dari pantauan publiksatu.co, usai penyerahan sembako oleh crew SKH Buton Pos, satu persatu santri bergantian melantunkan ayat suci Alquran dan Hadits dengan suara lantang dan merdu.
Kata dia, bagi anak yang ingin hendak menuntut ilmu di Ponpes Al-Marhamah tidak dipungut biaya sepeserpun. Pasalnya, bagi pengurus Ponpes tersebut, syarat utama anak yakni punya keinginan yang kuat untuk mau belajar.
Syamsi menambahkan, pihaknya juga masih sementara pembangunan gedung Taman Kanak-kanak yang luasnya sekitar 19x8 meter.
"Iya, ini sekarang kita lagi bangun TK 19x8 meter pondasinya sudah naik tinggal tunggu kasih naik pintu dan ventilasi. Anggaranya dari bantuan orang perorangan dan masyarakat, kita bangun perlahan-lahan," akunya.
Lanjut pengasuh yang sudah 19 tahun berada di Ponpes Al-Marhamah itu berbagi sedikit tentang tips dan pengalamannya dalam mengasuh anak santri. Bukan lain, yang diperlukan hanyalah kesabaran dan niat tulus untuk membimbing dan mengamalkan apa yang diketahuinya untuk para anak asuhnya tersebut. (Sim)