Polres Buton Kantongi 20 Nama Perusakan Inventaris Polri, 7 Orang Tersangka

PUBLIKSATU, BUTON - Polres Buton telah menetapkan tujuh terduga pelaku pembakaran Inventaris Polri di desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu (21/10/18) peska pembakaran.
"Pada saat melakukan penangkapan terhadap beberapa orang tersangka dan saat ini ada tujuh orang," ujar Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik kepada wartawan di Polsek Lasalimu, Kelurahan Kamaru usai meninjau berkunjung di Desa Lawele.
Andi Herman menjelaskan berdasarkan pengembangan dari tersangka, pihak kepolisian telah mengantongi 20 tersangka lainnya.
"Namun berdasarkan pengembangan nama-nama yang suda dikantongi sekitar 20 lebih dan itu terus kita kembangkan," sebutnya.
Lanjut ia, insiden itu merupakan spontanitas dari warga setempat. Pasalnya ada sekelompok warga menginginkan rangkaian acara adat itu dilanjutkan dengan acara hiburan malam.
Namun pihak kepolisian tidak mengabulkan permintaan tersebut. Hal ini berdasarkan koordinasi antara tokoh adat dan masyarakat bersama pihak kepolisian. Dari kesepakatan itu, disepakati tidak ada acara hiburan malam untuk menghindari ganguan Kamtibmas.
"Ini spontanitas. Jadi kejadian tadi malam itu. Karna selasai pelaksanaan acara adat. Acara di tutup. Ada beberapa kelompok pemuda yang memaksakan untuk melaksanakan acara joget. Terus waktu suda menunjukan pukul 01.00," ujarnya.
Lanjut Andi Herman, earga yang tidak mau menerima keputusan itu, melemparkan batu ke arah anggota kepolisian yang sedang melakukan pengamanan.Tembakan gas air mata pun dikeluarkan untuk menghentikan aksi ini.
Mendengar tembakan itu, warga sontak melakukan lemparan bertubi-tubi. Merasa terdesak pihak kepolisian akhirnya mundur untuk menghindari lemparan tersebut.
"Kemudian pertimbangan keamanan akan berdampak ada timbulnya gangguan kamtibmas. Sehingga terjadi negosiasi antara kelompok pemuda dan aparat untuk kami tetap menghimbau untuk agar tidak dilaksanakan acara tersebut. Namun sementara negosiasi tiba-tiba ada pelemparan yang mengarah kepada personil Polri," katanya.
Dari itu, melihat kesempatan ini warga yang terbawa emosi langsung melakukan pembakaran kendaraan milik kepolisian yang telah ditinggalkan. (Mo1)