Berita Terkini
Buton

Pasca Insiden Perusakan Inventaris Polri di Buton, Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau TKP

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 23 Oktober 2018 02:39 WIB · 2 menit baca
Pasca Insiden Perusakan Inventaris Polri di Buton, Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau TKP
Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau TKP di Desa Lawele, Lasalimu, Buton

PUBLIKSATU, BUTON - Insiden pengrusakan beberapa inventaris Polri di Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sultra rupanya membuat Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen Surawahadi turun langsung ke tempat kejadian perkara, Senin (22/10/18).

Dalam kunjungan ini, Pangdam XIV/Hasanuddin didampingi Bupati Buton, La Bakry yang diwakili Sekda Buton, Zilfar Djafar bersama Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Davy Darma Putra, Kapolres Buton, AKBP andi Herman Sik beserta tokoh adat dan masyarakat.

Dalam kunjungan ini, Mayjen Surawahadi sangat menyayangkan ada tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan aksi anarkis yang menyebabkan rusak dan terbakarnya kendaraan dinas (Randis) milik Kepolisian di Desa Lawele, Minggu (20/10/18) sekira pukul 00.30 Wita.

Kendati demikian, Mayjen Surawahadi menegaskan, pasca insiden pembakaran itu, saat ini situasi dan kondisi di Desa Lawele dalam keadaan aman.

Selain itu, Ia juga mengimbau kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh adat dan tokoh masyarakat secara umum untuk siap dan bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian.

Terlepas dari itu, menurut Mayjen Surawahadi, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan kedepannya jika ingin menggelar rangkaian acara adat agar insiden seperti ini tidak terulang kembali yakni, diadakannya rapat bersama Forkompinda.

"Ada beberapa tahapan yang akan kita laksanakan, diantaranya rapat dengan Forkompinda agar kedepan acara adat ini supaya betul terkendali tidak lagi terulang kejadian yang sama," kata Surawahadi kepada sejumlah awak media di Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu.

Menurut Mayjen Surawahadi, berdasarkan data miliknya, dari insiden ini telah membuktikan adanya sesuatu di luar ketentuan yang dijanjikan terjadi. Akibatnya muncul peristiwa pembakaran terhadap kendaraan dinas milik kepolisian.

Pasalnya, kata dia, berdasarkan program yang ada dari rangkaian acara budaya itu hanya ritual adat saja, tidak ada joget. Kendatipun telah disepakati tidak ada hiburan usai rangkaian adat itu.

"Tadinya program yang ada hanya acara ritual adat, tapi ditambah dengan joget yang tadinya telah disepakati untuk tidak ada joget," ujarnya. (Mo1)