Berita Terkini
Baubau

Respon DWM Soal Petisi Warga Baubau Untuk Kapolri Tito

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 23 Oktober 2018 05:44 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Respon DWM Soal Petisi Warga Baubau Untuk Kapolri Tito
Daniel Widya Mucharam (kiri) bersama Dandim 1413/Buton, Davy Darma Putra

PUBLIKSATU, BAUBAU - AKBP Daniel Widya Mucharam (DWM) angkat bicara terkait adanya aksi masyarakat dan sejumlah komunitas di Kota Baubau yang membuat petisi kepada Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian.

Sejumlah masyarakat ini menginginkan untuk menunda pemutasian AKBP Daniel Widya Mucharam SIk MPA dari Kapolres Baubau menjadi Wakil Direktur Satuan Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Bengkulu.

Dalam aksi yang diterima Ketua dan Anggota DPRD Kota Baubau, Senin (22/10/18) Kamil Adi Karim meminta agar Kapolri menunda pergantian Kapolres Baubau yang dijabat AKBP Daniel Widya Mucharam hingga selesainya Pemilu 2019.

Olehnya itu, DWM mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepadanya selama menjabat sebagai Kapolres Baubau.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih atas apresiasi yang di berikan selama ini namun demikian yang pasti apa yang menjadi prestasi Polres Baubau karena kerja sama kita semua. Saya punya anggota juga hebat-hebat, tokoh-tokoh masyarakatnya juga luar biasa sehingga bisa sinergis, begitu pula TNI-nya luar biasa," kata AKBP Daniel Widya Mucharam SIK MPA, saat ditemui di halaman Polres Baubau, Senin (22/10/2018).

Kata dia, keberhasilan yang selama ini dicapai Polres Baubau dalam menjaga Kamtibmas, itu merupakan hasil kerja sama semua stakeholder.

"Bukan karena siapa yang menjadi Kapolres tetapi karena semua bersinergis bersama-sama berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas," ujarnya

Menanggapi mutasi itu, DWM mengatakan, itu merupakan hal yang biasa dan menjadi dinamika dalam sebuah organisasi, bukan untuk diperdebatkan.

"Sebagai penyegaran, kemudian juga sebagai salah satu pembinaan karir. Jadi, bukanlah hal yang diperdebatkan karena itu sudah melalui proses penelitian kemudian proses penilaian, sehingga siapa pun itu sudah menjadi pertimbangan pimpinan. Pimpinan sudah merujuk pada suatu referensi yang sudah ada," jelas Daniel.

Diketahui, dalam aksi damai tersebut ada beberapa komunitas yang turut terlibat yakni club motor, komunitas penyanyi anak jalanan, komunitas pemudik, komunitas dancer. Selain itu juga hadir pemuda Tarafu, pemuda Kanakea, pemuda Lipu, dan pemuda Tanah Abang.

Sementara itu, dalam petisi itu telah berhasil mengumpulkan sebanyak sepuluh ribu tanda tangan. (Cro1)

Bagikan