Berita Terkini
Baubau

Honorer K2 Merasa Dizalimi, Tolak P3K dan Impor PNS

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 31 Oktober 2018 14:16 WIB · 4 menit baca
Bagikan
Honorer K2 Merasa Dizalimi, Tolak P3K dan Impor PNS
Honorer K2 Baubau unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Puluhan Honorer Kategori (K2) melakukan unjuk rasa di Kantor Wali Kota Baubau Jln Palagimata, Selasa (30/10). Mereka menuntut segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Para honorer yang tergabung dalam Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Kota Baubau itu menggelar demo dengan berpakaian dinas dan membentangkan spanduk penolakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Salah satu poin tuntutannya yakni meminta Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) yang dapat mengakomodir hak-hak honorer menjadi PNS, tanpa harus menunggu penetapan revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 tahun 2018.

"Perjuangan kami tidak akan berhenti. Jadi kami minta wujudkan secepat mungkin hak kami menjadi PNS," ujar Koordinator Wilayah FHK2I Baubau, Muslimin dalam orasinya.

Dia menguraikan, hingga saat pihaknya mencatat ada 1.321 orang honorer K2 yang mengabdi di instansi-instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau. Honorer-honorer tersebut telah mengabdi paling rendah 10 tahun tanpa mendapat gaji.

"Mayoritas mereka ini emak-emak tua yang rela meninggalkan anak dan suami demi memberikan pelayanan ke masyarakat. Jadi kami ini sudah cukup terzalimi," tukasnya.

Honorer tersebut, kata Muslimin, tersebar dibeberapa instansi antara lain sekretariat daerah, kantor kelurahan dan kecamatan, sekolah-sekolah serta penyuluh.

-

Wawali Baubau, La Ode Ahmad Monianse menemui Honorer K2 Baubau yang unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Baubau

"Kami meminta Pemerintah Kota Baubau agar meneruskan aspirasi ini ke Pemerintah Pusat. Kami juga menolak impor PNS, karena itu akan menutup peluang kami menjadi PNS," tandasnya.

Wakil Wali Kota (Wawali) La Ode Ahmad Monianse menegaskan pihaknya ikut berkomitmen memperjuangkan nasib honorer K2. Dia berjanji akan meneruskan aspirasi honorer secara berjenjang hingga ke pemerintah pusat.

"Kami sudah catat aspirasi kawan-kawan (honorer). Kami mendukung dengan cara penyampaian berjenjang," ujar Monianse saat menemui massa di halaman Sekretariat Kota Baubau, kemarin.

Politisi PDIP ini juga bertekad akan mencari jalur-jalur komunikasi yang tersedia guna memperjuangkan honorer K2. "Saya kira kemarin kepala BKPSDM juga sudah berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke rapat-rapat berjenjang dari provinsi sampai pusat," pungkasnya.

Selain Honorer K2 di Kota Baubau yang melakukan aksi, di Kabupaten Muna juga terjadi hal yang sama. Mereka menggelar aksi di gedung DPRD Muna dan mendesak para wakil rakyat agar menyampaikan aspirasi mereka ke Pemerintah Pusat.

Para honorer menolak rencana Pemerintah Pusat mengangkat menjadi P3K. Maunya, mereka diangkat langsung menjadi PNS dengan alasan, sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi.

Aksi yang semula berjalan damai, berubah memanas ketika tak satupun anggota dewan yang datang menemui mereka. Mereka pun memaksa masuk ke dalam gedung. Aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk berusaha menghalangi. Caos pun terjadi. Para honorer terliba baku dorong dengan aparat kepolisian bersenjata langkap.

Aksi saling dorong terhenti setelah perwakilan mereka diterima Wakil Ketua DPRD, La Ode Dyrun, Ketua Komisi I, Awal Jaya Bolombo, dan beberapa anggota dewan.

Megawati, Ketua Forum Honorer K2 menerangkan, kedatangan mereka kembali ke DPRD untuk meminta dukungan agar seluruh honorer K2 diangkat menjadi PNS. "Kami tidak mau diangkat menjadi P3. Kami hanya mau diangkat menjadi PNS," kata Megawati seraya mempertanyakan hasil konsultasi DPRD di KemenPan-RB.

Awal Jaya Bolombo, Ketua Komisi I menerangkan, KemenPan-RB akan mengeluarkan regulasi untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer. "Pemerintah Pusat sementara mencari solusi. Kalau seperti itu kami tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi kita menunggu saja, " katanya.

Pria yang kerap disapa AJB itu berjanji akan mengawal apa yang menjadi tuntutan honorer. "Kalau untuk menyampaikan ini (tuntutan) ke DPR-RI, kami siap," tandasnya.

Sementara di Jakarta, Honorer K2 bermalam di depan Istana Negara, semalam. Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih, perwakilan Tim 9, dan Koordinator Wilayah Honorer K2 DKI Jakarta, Nurbaiti yang ingin menemui presiden, namun Joko Wododo (Jokowi) enggang menemui mereka.

Nurbaiti keluar dari Istana dengan mata berkaca-kaca. Dia bahkan tak sanggup lagi menahan tangis saat berbicara di atas mobil komando.

Sebelum menyampaikan apa yang terjadi di dalam Istana, Nurbaiti mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu. "Tadi saya sudah bilang sama Pak Kapolres, apa pun yang terjadi, tangan saya bersama Bu Titi siap diborgol pada hari ini," kata Nurbaiti, sambil menangis.

"Saya barusan dipanggil pihak Istana, berita duka buat kita semua. Bapak Presiden tidak mau menemui kita hari ini," lanjut Nurbaiti.

Kepada pihak Istana yang menemui perwakilan honorer K2, Nurbaiti sudah menyampaikan puluhan ribu massa akan bertahan di depan Istana sampai besok.

"Teman-teman siap bertahan sampai besok?" tanya Nurbaiti dijawab siap oleh massa K2.

"Kita lebih baik habis uang jutaan untuk sewa bus, daripada status kita tidak ada kejelasan. Saya ingin teman-teman pulang dengan tersenyum membawa kabar gembira. Saya ingin kita pulang membawa hasil," tuturnya. (cr1/exa/jpnn)

Bagikan