SFA Baubau, Perkenalkan Jati Diri Anak Lewat 'Labu Wana Labu Rope'
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak gagas Seminar Forum Anak (SFA) Kota Baubau, Kamis (22/11/18) dengan tema memaknai identitas dan mengenal jati diri lewat budaya yang dirangkaikan dengan bedah buku 'Labu Wana Labu Rope' tentang sejarah Buton yang terabaikan karya Susanto Zuhdi.
Ini diharapkan anak-anak kota Baubau lebih mengenal jati dirinya melalui budaya dan kekayaan adat istiadatnya.
"Harapannya di kemudian hari anak-anak di Kota Baubau menjadi anak yang aktif dan kreatif, santun dan beretika serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan budayanya," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wa Ode Soraya saat memberikan sambutan.
Saat ini Baubau dihadapkan pada isu kekerasan pada anak. Hal ini dapat diketahui dari beberapa data, kata Soraya, salah satunya anak dihadapkan dengan persoalan hukum.
"Seperti jumlah anak yang berhadapan dengan hukum sebanyak 40 anak periode Januari hingga Desember 2017. Belum lagi angka anak putus sekolah atau APS di Kota Baubau sebagai kota yang harus terus berbenah agar menjadi kota yang layak bagi anak," katanya.
Selain masih lemahnya koordinasi para pihak pada level pemerintah daerah juga disebabkan kurangnya kegiatan luar sekolah yang membuat anak selalu sibuk dan menggunakan waktunya secara tidak efektif. Juga belum efektifnya komunikasi antara anggota keluarga.
"Belum evektifnya komunikasi antara anggota keluarga, pesatnya teknologi dengan gadget dan internet. Juga terbatasnya program penguatan ketahanan keuarga serta minimnya ilmu parenting menyebabkan lahirnya berbagai permasalahan yang mengancam anak-anak kita," ulas Soraya.
Untuk diketahui, buku 'Labu Wana Labu Rope' ini menyajikan data dan sintesis kesejarahan serta dinamika orang dan Kesultanan Buton abad XVII-XVIII dalam menghadapi kekuatan-kekuatan di wilayah Nusantara bagian timur.
Bukan hanya menyajikan bagian sejarah Nusantara sebelum kemudian menjadi indonesia, namun juga menyajikan pendekatan penelitian sejarah yang menyertakan historiografi setempat untuk menyusun sejarah yang dapat dijadikan model atau rujukan untuk penelitian sejarah kerajaan-kerajaan bahari di Nusantara. (Cro1)