Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut di Sultra Capai 70 Persen

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kementerian Kesehatan bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menggelar riset kesehatan dasar di salah satu restoran Kota Baubau, kemarin.
Giat yang bertema kesehatan gigi dan mulut tersebut menghadirkan peneliti sekaligus dokter di RS Siloam Hospital Buton, drg Rian Hermawan. Dalam pemaparannya, ia menunjukan data bahwa sekitar 57,6 persen penduduk negara Indonesia memiliki masalah pada gigi dan mulut.
Data itu diambil di seluruh Indonesia yang dilakukan serentak pada awal tahun 2018.
"Data usia kesehatan dasar menengah nasional yang dilakukan pada awal tahun ini dari data tahun 2018 masyarakat Indonesia memiliki masalah pada gigi dan mulut sebesar 57,6 persen atau setengah dari populasi masyarakat Indonesia, sebagian besar mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Dari 57,6 persen tersebut ada 10,2 persen menyadari dengan datang ke tenaga medis untuk mendapatkan pengobatan atau perawatan. Sementara sisanya membiarkan masalah gigi dan mulut tidak diatasi atau ditangani oleh tenaga medis," kata drg Rian Hermawan.
Lanjut ia, sementara salah satu daerah yang banyak memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut yakni Provinsi Sulawesi Tenggara di atas rata-rata 60 sampai 70 persen.
"Ini menjadi pekerjaan rumah untuk kita semua, kenapa ini masih bisa terjadi. Masih banyak di Indonesia ini, provinsi yang mengalami masalah kesehatan pada gigi dan mulut," terangnya.
Kemudian dari data didapatkan bahwa secara nasional proporsi prilaku menyikat gigi yang baik dan benar hanya sebesar 2,8 persen.
"Ini sangat sedikit sekali. Secara nasional hanya sekitar 2,8 persen sedangkan untuk di Sulawesi Tenggara sendiri sekitar delapan persen mereka tidak mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar," ungkap Rian Hermawan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, menjaga kesehatan gigi dan mulut itu sangatlah penting. Sebab, untuk mendapatkan kesehatan secara holistik dapat juga dicapai melalui kesehatan gigi dan mulut.
Mulut tempat masuknya makanan dan minuman yang dikonsumsi dan tidak banyak yang mengetahui bahwa di dalam mulut adalah tempat yang paling kotor karena banyak bakteri.
"Makanya kalau kita tidak dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut, itu bisa saja dari pintuasuknua sudah tidak baik, makanya di dalam dalamnya juga bisa ikutan tidak baik," tuturnya. (Cro1)