Wartawan Dituntut Hasilkan Karya Jurnalistik Profesional
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau berupaya mengambil peran dalam pencegahan informasi publik yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Baubau menggelar pelatihan jurnalis dan fotografer di aula salah satu hotel, Rabu (28/8).
Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri yakni Direktur Buton Pos, Ramli Akhmad dan Fotografer, Yuli Purnomo Sidi. Sejumlah pewarta dan mahasiswa menjadi peserta pelatihan.
Asisten III Setda Baubau, La Ode Sarafa mengatakan, era keterbukaan informasi saat ini rentan dimanfaatkan seenaknya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Insan pers diharapkan menjadi salah satu pilar yang berperan mengimbangi informasi publik liar.
"Utamanya informasi yang beredar di media sosial yang terkadang menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Kita tidak menginginkan itu," kata Sarafa.
Kepala Dinas Kominfo Baubau, Sadarman menuturkan, pihaknya menginginkan masyarakat selalu melakukan verifikasi setiap informasi yang diperoleh. Begitu pun kalangan wartawan wajib mengedepankan cek dan ricek untuk memastikan kebenaran informasi yang diberitakan.
"Ini untuk mencegah kekhawatiran apabila ada komplen dari masyarakat ketika berita sudah dimuat. Kalau pun ada yang protes, itu bisa dipertanggung jawabkan," pungkas Sadarman.
Sementara itu, Ramli Akhmad menjelaskan, wartawan sudah seyogyanya menyajikan karya jurnalistik yang profesional. Setiap produk berita khususnya menyangkut nama baik seseorang, wajib berimbang.
"Ada porsi 50 persen tanggapan dari orang yang disudutkan. Itu baru namanya yang dikatakan berimbang," terang Ramli.
Menurut dia, pewarta juga memiliki hak tolak dalam pemberitaan. Untuk itu, wartawan merupakan profesi memiliki resiko tinggi.
"Wartawan berhak menyembunyikan identitas narasumber jika membahayakan. Bahkan, bila divonis penjara pun, wartawan harus bisa melindungi narasumber," tandasnya.(exa)